Ketahui Kondisi Shock Breaker Motor Anda

Masa pakai shock absorber atau shock breaker pada pemakaian normal adalah 3 tahun.

Ketahui Kondisi Shock Breaker Motor Anda
Aditya Maulana, KompasOtomotif
Ragam shockbreaker bekas untuk sepeda motor yang dijual oleh salah satu toko di kawasan Cipinang Lontar, Jakarta Timur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Shock absorber atau shock breaker adalah komponen sepeda motor yang berfungsi untuk meredam kejutan atau getaran akibat kondisi jalan yang tidak rata untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara.

Fungsi lainnya adalah untuk menjaga kestabilan agar roda selalu kontak dengan jalan sehingga membuat sepeda motor dapat dikendalikan dengan stabil.

Part Manager PT Tunas Dwipa Matra Romy Endiko menjelaskan, masa pakai shock absorber atau shock breaker pada pemakaian normal adalah 3 tahun untuk shock depan dan 2 tahun untuk shock belakang.

"Gunakanlah selalu Honda Genuine Shock karena memiliki 2 keunggulan yaitu, lebih nyaman karena peredam kejut Honda menggunakan oli khusus yang mengandung anti-foam dan anti-bubble yang membuat performance damper lebih stabil dan mengurangi gesekan yang terjadi, sehingga didapat kenyamanan sesuai dengan karakteristik sepeda motor Honda," terangnya dalam rilis, Jumat (10/2).

Lalu bagaimana cara mengetahui shock breaker yang sudah mati atau rusak ? PT. Tunas Dwipa Matra akan berbagi tips sederhana untuk mengetahui kondisi shock absorber motor kesayangan anda, begini caranya.

Pertama, tekanlah setang motor ke bawah, perhatikan shock breaker-nya, jika kembalinya cepat itu artinya sudah “mati” atau rusak. Shock breaker kembalinya harus pelan-pelan, jika pelan itu artinya ada kompresi.

Kedua, perhatikan seal shock depan motor anda, apabila ada rembesan oli artinya seal shock perlu diganti, apabila dibiarkan maka pantulan dari shock depan akan terasa sangat keras karena oli shock yang ada ditabung berkurang.

Ketiga, bawa sepeda motor ke jalan yang tidak rata atau bergelombang, rasakan apakah pantulannya terasa banyak atau sedikit, semakin banyak pantulannya artinya shock breaker anda sudah rusak, karena pada dasarnya fungsi shock untuk meredam kejutan.

Jika kita mengendarai motor dengan shock yang sudah rusak masalahnya bukan hanya mengubah performa kendaraan tapi juga mempengaruhi kesehatan pengendara, misalnya terganggu karena pinggang sakit atau badan cepat pegal saat berkendara, gantilah segera shock breaker anda apabila sudah mengalami kondisi seperti diatas.

Untuk menjaga shock absorber agar tetap awet hindarilah pemakaian aksesoris tambahan seperti pemasangan adaptor/posh, pijakan kaki aksesoris, dan pemakaian pijakan ring.

Penambahan aksesoris seperti di atas akan membuat fungsi collar tidak bekerja maksimal, sehingga menyebabkan kerusakan seperti shock absorber patah dan bocor. ( ana/*)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved