IHSG Diprediksi Masih Akan Tertekan

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, pergerakan indeks akan berada pada rentang 5.320-5.400.

Kompas.com
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/1/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (16/2/2017), diperkirakan masih akan bergerak cenderung tertekan.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, pergerakan indeks akan berada pada rentang 5.320-5.400.

"Saham-saham yang masih dapat diperhatikan, antara lain KRAS, ROTI, KAEF, dan AALI," kata Lanjar Nafi melalui keterangan tertulis, Kamis.

Jelang libur pilkada pada Selasa (14/2/2017) lalu, indeks tertekan 28,89 poin atau sebesar 0,53 persen.

IHSG ditutup di level 5.380,67.

Indeks sektoral industri menjadi penekan utama, dengan pelemahan 1,27 persen.

Investor asing pun melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 384,19 miliar.

Bursa Asia dan Eropa

Mayoritas bursa Asia ditutup melemah, seiring ekuitas Jepang yang tergelincir dan dolar AS turun, pasca pengunduran diri penasihat keamanan nasional Donald Trump.

"Indeks Topix di Jepang tergelincir satu persen karena Yen menguat, dan Toshiba Corp jatuh. Sedangkan, saham Hong Kong berayun ketika investastor mengimbangi harga produsen Tiongkok," kata Lanjar Nafi.

Sementara, bursa Eropa dibuka bervariasi, di mana Stoxx Europe 600 Index tergelincir 0,1 persen, pascareli lima hari yang membawa ke level tertinggi selama setahun.

FTSE 100 Index pun turun 0,3 persen.

Data PDB Eropa yang di bawah ekspektasi menjadi alasan investor melakukan aksi jual di sesi pertama.

PDB Eropa hanya tumbuh 1,7 persen secara tahunan atau year on year (YoY), lebih rendah dari periode sebelumnya yang tumbuh 1,8 persen.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved