‘Bupati Ronda’ Tantang Warga Kampung Cabang Buat Even Lomba Dayung
Malam sudah amat pekat. Lamat-lamat dari arah Dermaga Cabang di Kampung Cabang, Bandarsurabaya, Lamteng, sebuah perahu klotok--sejenis perahu kecil ya
Penulis: Beni Yulianto | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR JAYA - Malam sudah amat pekat. Lamat-lamat dari arah Dermaga Cabang di Kampung Cabang, Bandarsurabaya, Lamteng, sebuah perahu klotok--sejenis perahu kecil yang terbuat dari kayu dengan kapasitas empat orang penumpang--berjalan pelan, menembus gelapnya malam, membelah muara pertemuan antara sungai Way Seputih dan Way Bungur.
Sekitar enam klotok yang semula berjalan terpisah dirapatkan dan berjalan pelan menyusuri muara. Dari salah satu perahu, terlihat perbincangan serius antara Bupati Lamteng, Mustafa dengan Kepala Kampung Cabang, Supri dan Camat Bandarsurabaya, Wahyu yang duduk satu perahu dengannya.
Malam itu, Jumat (3/3/2017), Bupati Lamteng, Mustafa memang sengaja menjangkau warganya yang berada di daerah pelosok termasuk di Kampung Cabang yang merupakan kampung yang berada paling ujung di sisi timur Kabupaten Lampung Tengah untuk memantau aktifitas ronda sekaligus menyapa warganya.
"Saya ingin warga yang tinggal di pelosok tidak merasa tersisihkan apalagi merasa dinomorduakan. Mereka juga bagian dari Lampung Tengah, dan harus mendapat perlakuan yang sama dengan masyarakat lainnya. Kehadiran kita disini adalah sebagai pelayan mereka. Malam ini, saya khusus mendengarkan mereka, menggali potensi yang ada di kampung ini," kata Mustafa melalui rilis, Minggu (5/3//2017).
Bupati Mustafa berangkat dari Dermaga Cabang bersama rombongan yang didampingi kepala kampung dan camat setempat menyusuri tepian muara sungai menuju Dermaga Sadewa yang harus ditempuh sejauh 5 kilometer dengan kecepatan perahu klotok yang kurang dari 10 km/jam.
Akses dengan menggunakan perahu klotok ini merupakan satu-satunya akses terdekat untuk menjangkau kampung ini, mengingat muara sungai ini berbatasan langsung dengan Pantai Timur yang sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Menurut Kepala Kampung Cabang, Supri, wilayahnya memiliki sejumlah potensi yang belum tergarap dengan baik, yakni olahraga dayung dan renang, serta potensi pariwisata. Ia berharap, dengan promosi, pembinaan dan penambahan fasilitas yang baik, potensi itu bisa dikembangkan.
"Di sini punya banyak pedayung dan perenang potensial karena umumnya masyarakat disini adalah nelayan. Bibit-bibit atlet berbakat juga bisa didapat di sini. Ini butuh promosi dan pembinaan," kata Supri.
Menanggapi hal ini, Bupati Mustafa meminta Camat dan Kakam untuk membuat proposal penyelenggaraan lomba dayung sebagai ajang mencari atlet berbakat, sekaligus upaya mempromosikan Kampung Cabang. "Segera susun proposalnya. Saya akan sampaikan itu juga ke provinsi," kata dia. Sebelum pamit, Bupati menyempatkan memborong rajungan hasil tangkapan para nelayan. (rilis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mustafa-bupati-ronda_20170305_191248.jpg)