6 Mahasiswa Unila Dituntut 6 Tahun Penjara karena Kasus Pecah Paket Ganja

Enam mahasiswa FISIP Unila dan satu tukang parkir duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/3/2017).

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Enam mahasiswa FISIP Unila dan satu tukang parkir duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/3/2017). Mereka menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana narkotika.

Enam mahasiswa tersebut adalah Richard Hero, Muhammad Iqbal, Panji Binangkit, Ali Sujatmiko, Alvin Qomarudin, Rachmad Ramadhan. Satu terdakwa lain yang bekerja sebagai tukang parkir yaitu Muhammad Raziv.

Pada persidangan tersebut, jaksa penuntut umum Roosman Yusa menuntut ketujuh terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun.“Menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun,” kata Yusna.

Yusa juga menuntut para terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan. Dari tiga pasal yang didakwakan, jaksa penuntut umum berpendapat, para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Narkotika.

  

Di dalam surat dakwaan penuntut umum, terungkap kasus ini bermula saat Iqbal, Panji, Ali, Alvin dan Rachmad berkumpul di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Unila, Agustus 2016. Iqbal, Panji dan Ali mengumpulkan uang sumbangan untuk membeli ganja seharga Rp 2,4 juta.

Iqbal menyumbang Rp 1,05 juta, Panji Rp 150 ribu dan Ali sebesar Rp 1,2 juta. “Pada saat mereka sumbangan uang itu disaksikan Alvin dan Rachmad,” ujar Roosman. Uang lalu diserahkan ke Iqbal.

Iqbal menghubungi seorang bernama Hadi (DPO) memesan satu paket besar ganja. Hadi datang ke tempat parkir gedung PKM Unila membawa pesanan Iqbal. Mereka transaksi di tempat parkir tersebut.

Satu paket besar ganja itu lalu mereka pecah menjadi paket-paket kecil. Iqbal, Ali, Rachmad, Alvin memecah ganja menjadi 14 bagian menggunakan gergaji besi. Saat empat rekannya sibuk memotong paket ganja, Panji dan Raziv hanya menonton saja.

Setelah tuntas memotong, mereka membagi paket-paket ganja itu. Iqbal mendapat enam paket, Alvin satu paket, Raziv tiga paket, Ali satu paket, Rachmad mendapat tiga paket. Mereka memasukkan paket-paket ganja itu ke dalam tasnya masing-masing.

Pada saat para terdakwa asyik ngobrol sambil mengisap ganja di lantai atas gedung PKM Unila, datang petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. Aparat kepolisian menangkap ketujuh terdakwa. Polisi menemukan lintingan ganja sisa pakai dari tangan Rachmad dan Richard dan paket ganja di dalam tas Iqbal, Alvin, Raziv, Ali dan Rachmad.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved