Gara-gara Salah Minum, Kini Sup Atau Bubur Harus Disuntikkan dalam Perut Bocah Ini

Dia mengatakan keinginan terbesarnya adalah untuk kembali ke sekolah secepatnya.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bocah berusia 9 tahun di Provinsi Yunan, China harus menyuntikkan makanan cair ke perut.

Hal itu dilakukan hampir setahun lalu.

Bocah bernama Si Shunyang, terpaksa melakukannya demi bertahan hidup.

Dilaporkan China.org.cn Shunyang tak sengaja minum natrium hidroksida pada 21 Februari 2016. Akibatnya, ia harus dirawat di rumah sakit setempat.

Natrium hidroksida adalah alkali kuat korosif. Cairan itu membakar kerongkongan Shunyang.

Sang ayah, Si Xingchang mengatakan bahwa keluarganya menyimpan natrium hidroksida untuk digunakan dalam memasak di rumah. Tetapi sang anak meminumnya karena dia pikir itu minuman.

Setelah meninggalkan rumah sakit, anak itu tidak bisa lagi menelan makanan.

"Saya membawa anak saya ke rumah sakit di Kunming. Dokter mengatakan kepada saya bahwa hanya rumah sakit di Beijing, Shanghai dan negara-negara di luar negeri yang dapat menyembuhkan anak saya," kata ayah anak itu.

Si Xingchang membawa anaknya ke Shanghai. Di rumah sakit tersebut dia menjalani operasi pada 14 April 2016.

"Awalnya hasil operasi itu bagus. Tapi sekembalinya dari Shanghai, anak saya lagi tidak bisa menelan makanan," ujar si Xingchang.

Dia kemudian membawa anaknya ke Chengdu untuk pengobatan.

"Dokter mengatakan kepada saya bahwa kondisi anak saya tidak layak untuk operasi sekarang," kata Si Xingchang.

Sejak itu, ia memberi makan anaknya dengan makanan lunak seperti bubur dan susu. Makanan tersebut disuntikkan dari fistula di perut anaknya.

Setengah tahun lalu, dokter mengatakan kepada Si Xingchang bahwa tanpa operasi kondisi Shunyang dalam bahaya . Namun, semua uang Xingchang sudah habis untuk berobat.

Setelah laporan dari media lokal Februari ini, Si Xingchang menerima bantuan 200.000 yuan.

Dia membawa anaknya ke rumah sakit di Chengdu pada 7 Maret. Anak tersebut menjalani pemeriksaan pada tanggal 11 Maret dan 13 Maret.

Dari hasil pemeriksaan itu nantinya dokter akan memutuskan apakah operasi bisa diatur atau tidak.

Sejak setahun lalu, Shunyang tidak lagi bersekolah karena kondisinya. Dia mengatakan keinginannya terbesar adalah untuk kembali ke sekolah secepatnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved