Warid Gunakan Sensor MQ-135 Guna Deteksi Asap Rokok
Guna meningkatkan Gerakan Disiplin Kampus (GDK) di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Warid Hasbiyantoro berinisiatif merancang sistem
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Guna meningkatkan Gerakan Disiplin Kampus (GDK) di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Warid Hasbiyantoro berinisiatif merancang sistem monitoring asap rokok menggunakan smartphone.
Penelitian ini dilakukan Warid sebagai tugas skripsinya di jurusan sistem komputer Darmajaya. "Ya muncul ide ini mengingat masih kurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat di seputaran kampus terkait larangan merokok dalam ruangan tertentu," tuturnya, Minggu (2/4/2017).
Diungkapnya, dalam peraturan Gerakan Disiplin Kampus, pelanggaran terhadap larangan merokok dalam ruangan tertentu dapat dikenakan denda. Di mana denda tersebut nantinya akan dipergunakan untuk menambah fasilitas untuk kebersihan.
Warid mengungkapkan, alat rancangannya tersebut menggunakan sensor MQ-135 sebagai pendeteksi asap rokok.
"Alat ini diletakkan di beberapa ruangan yang dilarang untuk merokok. Ketika ada asap rokok yang terdektifi sensor, sistem akan otomatis mengirimkan informasi tersebut dalam aplikasi yang diinstal smartphone milik tim monitoring Gerakan Disiplin Kampus. Sehingga ketika terjadi pelanggaran dapat segera diambil tindakkan," ujarnya.
