Pisang Nugget Metro, Kuliner Alternatif Pengganti Kolak
Anda sudah bosan dengan pisang goreng yang dibalut dengan tepung atau sekedar menikmatinya saat dijadikan kolak?
Laporan Reporter Tribun Lampung Dennish Prasetya
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Anda sudah bosan dengan pisang goreng yang dibalut dengan tepung atau sekedar menikmatinya saat dijadikan kolak? Haniki Corner menawarkan olahan pisang yang berbeda. Terletak di Jl. Jend Ahmad Yani Metro (di depan RM Sate Banyumas), sebuah tenda serba pink itu tidak pernah sepi dari pengunjung.
Setiap hari, banyak pelanggan yang kehabisan tempat duduk. Beberapa pembeli pun terlihat datang silih berganti untuk mengantri. Kok bisa ramai begitu ya? Memangnya olahan pisang seperti apa yang ada di pisang nugget Metro?
Pisang yang dibalut dengan tepung roti membuat pisang ini begitu krispi ketika digoreng. Ditambah dengan parutan topping dengan berbagai pilihan rasa “Ya itu seperti nugget tapi isinya pisang,” ujar Puspa, owner pisang nugget Metro. Beberapa pilihan topping dari pisang nugget Metro adalah ovomaltine, greentea, strawberry, coklat, dan coklat keju.
Wanita yang akrab disapa Puspus tersebut mengatakan dalam sehari, pisang nugget Metro dapat menjual 200 porsi pisang krispi. Pisang nugget Metro buka mulai dari jam 11 siang sampai jam 9 malam. “Biasanya sold out paling cepet jam 8 atau setengah 8 malem,” ujar Puspa, minggu (2-4-2017)
Dengan konsep fresh, Puspa menyimpan pisang krispi di dalam sebuah freezer dan menggunakan topping padat dengan berbagai varian rasa. “Karena konsepnya semua harus fresh, jadi toppingnya padat, dan butuh tenaga untuk memarut toppingnya,” ujar Puspa. Menurut puspa, topping yang menjadi best seller sampai saat ini masih greentea, “hampir di setiap nota pesanan pasti ada greenteanya,” sambung Puspa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pisang-nugget-metro_20170403_190824.jpg)