PPNSI: Bulog Bisa Serap Beras dan Gabah dari Petani

Disvaritas harga antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan harga basar menjadi kendala Bulog dalam menyerap beras/gabah dari hasil panen petani.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN
Raskin yang diterima RTSM di Sampang Jawa Timur, tidak layak konsumsi karena berwarna cokelat, bercampur kerikil dan gabah kering serta berbau apek. Jika dimasak saat dimakan membuat sakit perut. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL - Ketua Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Provinsi Lampung, Antoni Iman mengatakan penurunan harga gabah dan harga beras memasuki musim panen saat ini perlu dimanfaatkan Bulog untuk menyerap beras dan gabah dari petani.

Selama ini, kata dia, disvaritas harga antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan harga basar menjadi kendala Bulog dalam menyerap beras/gabah dari hasil panen petani.

“Saat ini dengan harga gabah Rp. 4.600 perkilogram sama dengan HPP. Sedangkan harga beras saat ini Rp. 7.500 mendekati harga HPP yang berada pada kisaran Rp. 7.300 perkilogram,” ujar Antoni Iman, jumat (7/4).

Dirinya melihat momen turunnya harga saat musim panen ini perlu dimaksimalkan oleh Bulog untuk dapat menyerap beras dan gabah hasil panen petani dalam rangka memenuhi cadangan beras nasional.

Baca: Masuk Musim Panen, Harga Gabah di Lamsel Terus Merosot

Dirinya menambahkan menjadi hukum pasar. Ketika saat panen, harga gabah dan beras akan turun. Penyerapan oleh Bulog tentu akan menahan laju penurunan harga. Sehingga tidak akan merugikan petani.(dedi/tribunlampung).

Ketua Perhimpunan Petani, Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Provinsi Lampung, Antoni Iman mengatakan penurunan harga gabah dan harga beras memasuki musim panen saat ini perlu dimanfaatkan Bulog untuk menyerap beras dan gabah dari petani.

Selama ini, kata dia, disvaritas harga antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan harga basar menjadi kendala Bulog dalam menyerap beras/gabah dari hasil panen petani.

“Saat ini dengan harga gabah Rp. 4.600 perkilogram sama dengan HPP. Sedangkan harga beras saat ini Rp. 7.500 mendekati harga HPP yang berada pada kisaran Rp. 7.300 perkilogram,” ujar Antoni Iman, jumat (7/4).

Dirinya melihat momen turunnya harga saat musim panen ini perlu dimaksimalkan oleh Bulog untuk dapat menyerap beras dan gabah hasil panen petani dalam rangka memenuhi cadangan beras nasional.

Dirinya menambahkan menjadi hukum pasar. Ketika saat panen, harga gabah dan beras akan turun. Penyerapan oleh Bulog tentu akan menahan laju penurunan harga. Sehingga tidak akan merugikan petani.(dedi/tribunlampung).

Tags
Bulog
gabah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved