PAN Bandar Lampung Digoyang Isu Mosi Tidak Percaya Ketua DPD

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanah Nasional (PAN) Kota Bandar Lampung bergolak. Pasalnya, ada isu mosi tidak percaya

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

 TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanah Nasional (PAN) Kota Bandar Lampung bergolak. Pasalnya, ada isu mosi tidak percaya terhadap sang ketua, Wahyu Lesmono.

Hal tersebut terungkap saat jajaran pengurus di 17 DPC PAN se-Bandar Lampung menggelar konfrensi pers di Rumah DPD PAN Kota Bandar Lampung, Senin (8/5) sore. Dari total 20 DPC PAN yang ada, hanya tiga DPC yang tidak hadir dalam konfrensi pers tersebut.

Ketua DPC PAN Tanjung Senang, Yuspar Jafar mengaku, dirinya mendapat intervensi dari oknum yang mengatasnamakan pengurus DPW untuk menandatangani surat yang berisi pernyataan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD PAN Bandar Lampung Wahyu Lesmono.

“Saya diberi uang sebesar Rp 1,5 juta untuk menandatangani surat dan memberikan stempel untuk menjatuhkan kepemimpinan Wahyu. Tapi saya gak mau itu. Kami masih solid dan mengakui kepemimpinan Wahyu,” kata Yuspar, Senin (8/5). Pernyataan Yuspar tersebut diamini oleh 16 Ketua DPC lainnya yang hadir.

Pengurus Litbang DPD PAN Kota Bandar Lampung, Rusman mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sekali dengan adanya sikap dari dua oknum yang mengatasnamakan pengurus DPW tersebut. DPD, kata Rusman, memastikan akan menindaklanjuti secara serius kejadian tersebut.

“Kami sepakat akan mencari tahu siapa dalang intelektual di belakang kedua oknum tersebut. Kami akan segera lapor kepada DPW dan DPP. Kami di PAN tidak mau ribut-ribut. Kami ini solid dan kompak,” tegas Rusman.

Sementara itu, Wahyu Lesmono meminta, agar seluruh kader PAN kota menyikapi secara arif. Sejatinya, menurut Wahyu, kepengurusan DPD PAN Kota Bandar Lampung adalah hasil musda yang sah.

“Saya dipilih secara demokrasi. Jadi ada oknum dibalik ini semua, dan ingin merusak PAN. Kawan-kawan dari DPC ini didatangi dua orang oknum yang  mengaku dari pengurus DPW. Kedua orang tersebut memberikan uang Rp 1,5 juta serta meminta tanda tangan dan cap. Sudah tujuh DPC yang didatangi dan diberikan uang Rp 1,5 juta serta tanda tangan dan cap. Tapi hanya lima DPC yang memberikan cap sedangkan dua DPC tidak memberikan cap,” kata Wahyu di tempat yang sama.

Ketujuh DPC tersebut, menurut Wahyu adalah DPC Sukarame, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Langkapura, Tanjungkarang Timur (TkT) dan Tanjung Senang. “Kemudian, yang mengklarifikasi itu ada empat DPC. Tanjung Senang, Langkapura, Kemiling dan TkT. Karena sebenarnya mereka tidak tahu apa maksud dan tujuan mereka tanda tangan dan memberikan cap itu serta diberikan uang Rp 1,5 juta itu,” jelas Wahyu.

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung tersebut dengan tegas akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas. “Saya juga akan melaporkan kepada panwil yakni Bupati Lampung Selatan, Ketua DPW dan ketum. Bukti sudah kami kumpulkan dan uang diberikan juga sudah di saya semua. Bila perlu saya akan lapor ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan atau pencemaran nama baik,” tandas Wahyu. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved