Cara Unik Pendukung Ahok Hindari Penyusup Saat Gelar Aksi di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Guna mencegah adanya penyusup, relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki cara unik, saat menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Tinggi DKI

Cara Unik Pendukung Ahok Hindari Penyusup Saat Gelar Aksi di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Tribunnews
Relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Selasa (16/5/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Guna mencegah adanya penyusup, relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki cara unik, saat menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Massa diperintahkan untuk saling bersalaman minimal dengan lima orang.

Aksi tersebut untuk mendukung penangguhan penahanan terdakwa pidana penjara dua tahun Ahok.

"Salam minimal lima supaya tidak ada penyusup. Kita jadi satu," kata seorang orator dari mobil komando.

Dalam aksi tersebut, massa menolak jika mereka yang hadir adalah massa yang dibayar.

Massa juga mengkritik pihak-pihak, yang menyebut aksi bakar lilin dan aksi bunga yang selama ini dilakukan karena mendapat modal.

"Pendukung Ahok tidak terlalu melarat untuk beli satu lilin. Pendukung Ahok tidak terlalu miskin beli bunga," kata mereka secara bergantian.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas menuju arah Senen mengalami gangguan karena massa menggunakan sebagian jalan.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved