Nilai Santunan Jasa Raharja Naik per 1 Juni 2017

Adapun perubahan besar santunan untuk korban meninggal dunia dan cacat tetap mengalami kenaikan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.

Autoevoluton
Ilustrasi kecelakaan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Jasa Raharja (Persero) menaikkan nilai santunan kepada korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas sebesar 100 persen. Kenaikan santunan hingga 100 persen ini tanpa diikuti kenaikan premi. Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Jajang Miharja menjelaskan, hal tersebut menegaskan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik.

Ia menambahkan, peningkatan santunan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

"Kedua PMK yang ditetapkan tanggal 13 Februari 2017, menggantikan PMK Nomor 37/PMK.010/2008 dan PMK Nomor 36/PMK.010/2008," jelasnya dalam konferensi pers Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Swiss-Belhotel Lampung, Selasa(30/5) lalu.

Peningkatan jumlah santunan, lanjut Jajang, dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain perubahan faktor kebutuhan hidup dan inflasi, kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan biaya penguburan yang semakin meningkat. Selain itu, penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan dan biaya ambulans juga perlu diberikan.

Di sisi lain, peningkatan nilai santunan dan pemberian manfaat baru tidak diikuti dengan peningkatan besaran luran Wajib (IW) dan Sumbangan Wajib (SW) sebagai wujud kehadiran Negara untuk perlindungan WNI. Tambahan pula, proyeksi keuangan yang disusun oleh PT. Jasa Raharja (Persero) menunjukkan ketahanan dana untuk memberikan kenaikan santunan masih memadai meski besaran IW dan SW tidak dinaikkan.

Adapun perubahan besar santunan untuk korban meninggal dunia dan cacat tetap mengalami kenaikan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Biaya perawatan luka-luka untuk Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Kecelakaan Lalu Lintas naik dari maksimal Rp 10 juta, menjadi Rp 20 juta, sedangkan untuk kecelakaan udara nilainya tetap Rp 25 juta.

Sementara manfaat tambahan baru yaitu penggantian biaya P3K maksimal Rp 1 juta, biaya ambulans Rp 500 ribu dan kenaikan biaya penguburan dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta, bagi korban yang tidak memiliki ahli waris. "Ketentuan ini mulai berlaku efektif mulai 1 Juni 2017," imbuh Jajang.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pemerintah dalam hal ini menyadari bahwa risiko terjadinya kecelakaan penumpang umum dan kecelakaan lalu lintas jalan semakin meningkat. "Seiring pertambahan penumpang yang mengendarai kendaraan khususnya saat arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2017." (ana)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved