Kebobolan, Tas Hartini Raib di Kamar Rawat Inap RS Dadi Tjokrodipo

istem pengamanan di Rumah Sakit Umum Daerah A Dadi Tjokrodipo (RSUDADT) Bandar Lampung harus diperketat, khususnya di kamar inap pasien.

Penulis: Dewi Anita | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Dewi Anita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sistem pengamanan di Rumah Sakit Umum Daerah A Dadi Tjokrodipo (RSUDADT) Bandar Lampung harus diperketat, khususnya di kamar inap pasien.

Pasalnya beberapa waktu lalu terjadi kehilangan yang menimpa warga Bandar Lampung yang sedang rawat inap di rumah sakit tersebut.

Pengalaman pahit ini dialami oleh Hartini (25) warga Jalan Pangeran Diponegoro, Gang Sawit, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara. Hartini sempat menjadi korban pencurian kala menunggu anaknya yang sedang dirawat di RS milik pemkot Bandar Lampung pada Kamis (25/5/2017) lalu.

Hartini mengaku kehilangan sebuah tas  berisi uang senilai Rp 800 ribu, KTP, satu buah tablet merek Advan dan sejumlah dokumen penting lainnya. Hartini kemudian melaporkan kejadian pencurian itu ke Mapolresta Bandar Lampung dengan bukti laporan polisi nomor: SKK/2871/V/2017/LPG/Resat Balam.

Kerabat Hartini, Yopi Hendro menceritakan, saat itu Hartini sedang menjaga anaknya yang sedang rawat inap di RS tersebut. Hartini kemudian meninggalkan tasnya di kamar inap saat akan menemui anaknya di ruang nebulizer uap kamar E2.

"Saat Hartini kembali lagi, tas yang tadinya diletakkan di atas meja sudah tidak ada lagi," kata Yopi, Rabu (7/6/17).

Setelah itu, Hartini menghubungi petugas keamanan RS setempat agar dibantu mencarikan tas yang hilang itu. Tapi hasilnya nihil. "Kami sempat meminta pertanggung jawaban pihak RS dan mereka menjanjikan diupayakan dalam satu minggu, karena tidak ada kabar akhirnya kami lapor polisi," jelasnya.

Yopi lantas mempertanyakan sistem keamanan di RS tersebut yang dianggap merugikan pasien. Yopi menambahkan, menurut keterangan pasien lain kejadian serupa (kehilangan) sudah sering terjadi di RS tersebut.

"Akibat kejadian ini, pasien lainnya juga resah takut barang bawaannya hilang juga. Karena kata mereka dalam sehari kadang sampai tiga kali kehilangan," tambahnya.

Sementara, Kasubag Umum RSUDAT Irwan didampingi Geswanto petugas keamanan rumah sakit membenarkan adanya laporan kehilangan tas milik Hartini

Dia mengatakan, saat itu sekitar pukul 08.00 WIB ada keluarga pasien yang melapor telah kehilangan barang.

Kepada petugas keamanan, Hartini mengaku tas tersebut masih ada saat subuh. Sekitar pukul 06.00 WIB ada ojek yang mengantar baju ke kamar tempat anaknya dirawat. "Saat akan membayar ojek itulah Hartini baru sadar jika tas berikut dompetnya sudah hilang," kata Geswanto melalui sambungan telepon, Rabu (7/6/17).

Selanjutnya Geswanto dan petugas kemanan lainnya menggeledah seluruh ruangan pasien tempat Hartini kehilangan tas. "Setelah kami geledah ruangannya nihil, tas itu nggak ketemu," katanya.

Geswanto juga mengaku bahwa pihaknya sudah melihat rekaman CCTV di ruangan tersebut tetapi tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Terkait laporan Hartini ke polisi, manajemen RSUDADT mempersilahkan. "Itu hak mereka jika ingin laporan. Yang jelas sampai saat ini belum ada koordinasi dari kepolisian," katanya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved