Headline News Hari Ini

Kisah Pilu Parsih yang Dianiaya Anak Kandung: Saya Ikhlas Dia di Penjara

Pukulan demi pukulan Asrof layangkan ke tubuh renta Parsih. Sementara Parsih tidak tahu penyebab Asrof menganiaya dirinya

Penulis: wakos reza gautama | Editor: Reny Fitriani
TRIBUN LAMPUNG/Wakos Gautama
Asrof (31), terdakwa pemukul ibu kandung. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Airmata mengalir membasahi pipi Parsih ketika menceritakan kisah memilukan yang dialaminya. Parsih terus mengusap air di mata dan pipinya menggunakan saputangan saat mengenang kejadian itu.

Perempuan berusia 56 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Yang menyakitkan, pelakunya adalah anak kandungnya sendiri. "Saya ikhlas dia di penjara," tegarnya saat diwawancarai wartawan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (6/6).

Kedatangan Parsih ke pengadilan untuk menjadi saksi kasus penganiayaan yang dialaminya dengan terdakwa Asrof (31), anak kandungnya sendiri. Bagi Parsih, perlakukan Asrof bagaikan air susu dibalas air tuba.

"Saya memaafkan Asrof. Tapi saya tidak mau sama dia (Asrof) lagi. Biar dia pergi jauh dari saya. Saya sudah tidak tahan. Bisa mati saya," lirih janda beranak dua ini.

Kelakuan Asrof membuat Parsih tidak ingin bertemu lagi dengan anaknya itu. Asrof kerapkali menyiksa ibu kandungnya itu. Pukulan demi pukulan Asrof layangkan ke tubuh renta Parsih. Sementara Parsih tidak tahu penyebab Asrof menganiaya dirinya. Asrof selalu marah dan memukulnya setiap pulang dari tempat kerjanya.

Baca selengkapnya di Tribun Lampung Cetak edisi Rabu 7 Juni 2017

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved