BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya
Apa yang menjadi alasan bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Kamis (15/6/2017), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate, pada posisi 4,75 persen.
Apa yang menjadi alasan bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga?
Gubernur BI, Agus DW Martowardojo menjelaskan, pihaknya meyakini bahwa suku bunga acuan 4,75 persen sejalan, dengan kondisi stabilitas sistem keuangan dan makroekonomi Indonesia yang sedang berjalan.
BI meyakini sistem keuangan dan makroekonomi dalam kondisi stabil.
"Namun, kami juga mencermati perkembangan dunia. Hari sebelumnya baru ada kenaikan Fed Fund Rate (suku bunga acuan AS). Fed Fund Rate masih akan naik lagi mungkin September atau Desember, dan 2018 juga masih ada kenaikan," kata Agus, di kantornya di Jakarta, Jumat (16/6/2017).
Selain itu, bank sentral AS Federal Reserve juga semakin positif untuk menurunkan neracanya.
Pun di kawasan Eropa, ada beberapa kondisi yang diwaspadai BI, antara lain kondisi perbankan Italia yang tengah tidak terlalu baik, dan kondisi politik pasca pemilu di Inggris.
Dari pasar komoditas global, harga-harga komoditas dunia yang sedang dalam tren perbaikan, nyatanya terjadi bias menurun, termasuk harga minyak dunia.
Sehingga, bank sentral pun mewaspadai pergerakan harga komoditas tersebut.
Di dalam negeri, perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan dan dalam taraf pemulihan.
Adapun, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi berasal dari investasi dan konsumsi.
"BI 7-Day Repo Rate tetap 4,75 persen konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, dan meneruskan pemulihan ekonomi Indonesia," jelas Agus.
(Sakina Rakhma Diah Setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/agus-dw-martowardojo_20170616_183243.jpg)