Kakon di Kecamatan Limau 'Menangis' sejak Bergulirnya Program Dana Desa

Para Kepala Pekon di Kecamatan Limau mengaku sejak adanya program Dana Desa mereka merasa tidak nyaman.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Para Kepala Pekon di Kecamatan Limau mengaku sejak adanya program Dana Desa mereka merasa tidak nyaman.

Menurut Juris Triza (42) Kepala Pekon Banjar Agung, dan Fadullah (51) Kelala Pekon Tanjung Jaya, Kecamatan Limau, mereka selalu dituduh melakukan kesalahan yang berujung penyelewengan Dana Desa oleh berbagai pihak.

Bahkan tuduhan sudah mengarah ke intimidasi dengan menjual nama aparat hukum dari kepolisian sampai kejaksaan.

"Terus terang kami menangis, kami tidak sanggup melawan semua fitnah tuduhan. Mau dilawan nanti justru makin disalahkan, jika tidak ditanggapi kami terus tertindas," ujar Juris, Jumat (23/6/2017).

Ia mengaku semua program yang sudah diprogramkan pasti dilaksanakan, jika ada kendala selalu dibahas bersama di musyawarah pekon. Dan pihak yang selalu mengawasi adalah BHP (Badan Perhimpunan Pekon).

"Jadi kalau kami menyeleweng, BHP yang memperingatkan bahkan bisa langsung mencobot jabatan kami," ujar Juris.

Boleh saja pihak luar mengevaluasi pemanfaatan Dana Desa. Jika ada kesalahan beri masukan dan beri kesempatan tenggang waktu untuk memperbaiki, bukan langsung menyalahkan dengan ancaman menyeret ke hukum. (Tri Yulianto)

Tags
Limau
Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved