Ramadan 2017

Polisi Gulung 73 Penjahat Jalanan selama Ramadan

Sebanyak 73 penjahat jalanan digulung selama bulan suci Ramadan ini oleh tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya

Polisi Gulung 73 Penjahat Jalanan selama Ramadan
ANTARA-News/Grafis
ilustrasi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 73 penjahat jalanan digulung selama bulan suci Ramadan ini oleh tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya.

Mereka itu hasil ungkap dari 108 kasus kejahatan di lingkungan Polrestabes dan Polsek jajaran se Surabaya.

 
Hasil penangkapan 72 bandit jalanan dari 108 kaus itu, dilakuka dalam rentang waktu tanggal 1-22 Juni 2017.

Para bandit jalanan yang kini dijebloskan tahanan, rinciannya 21 tersangka kasus curat, 27 tersangka kasus curanmor, 15 tersangka kasus curas, dua tersangka kasus gendam dan 8 tersangka menjadi pelaku penadah barang barang curian.

"Saya memberi apresiasi dari hasil kinerja keras tim Anti Bandit yang dipimpin Kasat Shinto Silitonga dan Polsek jajaran dalam upaya menjaga Kota Surabaya tetap aman dari kejahatan jalanan," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, Jumat (23/6/2017).

Iqbal menegaskan, dari 73 pelaku bandit jalanan yang diringkus, 15 tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dengan ditembak kakinya.

Tindakan tegas diberikan karena mereka mencoba melawan dan membahayakan petugas ketika hendak ditangkap.

"Kami berkomitmen, segala bentuk kejahatan jalanan kami sikat habis. Kami tidak segan memberikan tindakan tegas terukur pada pelaku yang mengancam keselamatan anggota atau masyaskat," tegas Iqbal.

Menurut Iqbal, penangkapan 73 bandit jalanan ini merupakan hasil maksimal yang dilakukan tim Anti Bandit.

"Kami maksimal melakukan upaya pencegahan, menyapa, memerankan dan mengoptimalkan daya cegah masyarakat. Kemudian fungsi reserse bergerak sangat kencang," ucap Iqbal.

Kecuali menangkap para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti yakni tiga unit mobil, motor 47 unit . Belasan kunci L, 101 handphone (HO), uang hasil kejahatan Rp 5,7 juta dan airsoft gun.

Dalam kesempatan ini, Iqbal juga mengembalikan mobil dan motor hasil kejahatan kepada pemiliknya.

 
Salah satu korban yang motornya hilang, yakni Giarto. Pemilik rumah makan padang di Surabaya Sidoarjo ini mengaku kehilangan motor pada awal Ramadan.

"Ada orang yang pesan 22 bungkus nasi, ternyata pembayarannya kurang. Dia izin pinjam motor mengambil uang dan tidak kembali," aku Giarto.

Giarto mengaku bersyukur atas ditemukannya motor yang sudah hilang dibawa kabur pencuri. Ia berterima kasih atas kembalinya motor miliknya.
 

Tags
Ramadan
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved