Peneliti Ungkap Lingkungan Laut Menjadi Rusak Akibat Pakaian

Dengan hasil ini, Prof Thompson menyakini mencuci pakaian bisa menjadi salah satu penyebab lautan menjadi kotor.

Editor: Reny Fitriani
bbc
Benarkah mencuci pakaian menyebabkan lautan jadi kotor dan beracun? 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebuah penelitian dari University of Leeds dan Plymouth University mengungkapkan, lingkungan lautan menjadi rusak karena pakaian.

“Tidak banyak orang yang tahu bahwa ada banyak pakaian yang terbuat dari plastik,” kata Imogen Napper, seorang mahasiswa di Plymouth University dilansir bbc.com.

Bersama Prof. Richard Thompson, keduanya mempelajari mikroplastik laut. Hasilnya ditemukan fragmen dan serat di permukaan laut, laut dalam, dan rantai makanan laut.

Selain itu, mereka menemukan bahwa pakaian dari bahan poliester dan akrilik menumpahkan ribuan serat plastik setiap kali dicuci.

Berikut rata-rata beban mencuci dari kain:

1. Ada 140.000 serat campuran dari bahan poliester-cotton

2. Hampir setengah juta serat dari poliester

3. Lebih dari 700.000 serat dari akrilik

Dengan hasil ini, Prof Thompson menyakini mencuci pakaian bisa menjadi salah satu penyebab lautan menjadi kotor.

Oleh karena itu, keduanya memberi saran untuk membeli pakaian yang bisa bertahan lama dan menggunakan bahan yang sebaik mungkin.

Apalagi ada bahaya yang mengintai kita. Mengingat air lautan yang tercemar beracun untuk kita.

Reporter : Mentari Desiani Pramudita

Sumber: Intisari Online
Tags
Pakaian
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved