7 Tahun Menyidik, Kejagung Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Korupsi Ambulans Kemenkes

Warih menjelaskan, penyidikan kasus tersebut dihentikan karena tidak ditemui adanya kerugian negara, dalam proyek pengadaan tersebut.

7 Tahun Menyidik, Kejagung Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Korupsi Ambulans Kemenkes
Kompas.com/DIAN MAHARANI
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Setelah tujuh tahun menyidik, Kejaksaan Agung akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara dugaan korupsi pengadaan mobil ambulans dan peralatan kesehatan pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran (TA) 2009.

Kasus itu dihentikan sejak Mei 2017 lalu.

"Perkara itu sudah kami hentikan penyidikannya sejak Mei 2017 lalu," ujar Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung, Warih Sadono, di kantornya, Gedung Bundar, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Warih menjelaskan, penyidikan kasus tersebut dihentikan karena tidak ditemui adanya kerugian negara, dalam proyek pengadaan tersebut.

"Jadi, hasil audit BPK tidak ditemukan kerugian negaranya," ujarnya.

Menurut Warih, penghentian kasus itu berdasarkan Pasal 109 ayat 2 KUHAP.

"Ini untuk kepastian hukum, makanya dihentikan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Mangapul Bakara yang sempat menjadi tersangka dalam kasus tersebut, telah dilantik oleh Menteri Kesehatan sebagai Direktur Keuangan RSUP H Adam Malik, Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, ia menjabat posisi yang sama di RSUP Dr M Jamil di Padang, Sumatera Barat.

Mangapul sempat menyatakan tidak ada masalah hukum lagi terhadap dirinya karena kasusnya di Kejaksaan Agung telah dihentikan.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved