Headline News Hari Ini
Unila Dukung Warning Dosen Anggota HTI
Dosen dan pegawai perguruan tinggi negeri (PTN) yang tetap tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), bakal diberi dua pilihan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dosen dan pegawai perguruan tinggi negeri (PTN) yang tetap tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), bakal diberi dua pilihan, yakni keluar dari HTI dan mengabdi kepada negara atau tetap bergabung ke HTI namun status pegawai negeri sipil (PNS) otomatis dicabut.
Hal itu ditegaskan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, Sabtu (22/7) kemarin. Nasir mengatakan, pada 26 Juli mendatang akan mengumpulkan seluruh rektor PTN terkait dengan dosen dan pegawai yang bergabung di HTI.
Warning Menristek Dikri itu mendapat dukungan dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Moch Mukri dan Wakil Rektor Universitas Lampung (Unila), Aom Karomani. Keduanya setuju dosen dan pegawai yang tergabung bersama HTI diberikan ultimatum tersebut.
Wakil Rektor Unila, Aom Karomani, mengatakan, pemerintah tentu sudah melakukan kajian dan pertimbangan secara matang untuk mengambil keputusan pembubaran HTI. Begitu pula pilihan yang diberikan oleh Menristek Dikti terhadap dosen atau pegawai PTN.
"Kami mendukung apa yang dilakukan pemerintah dalam menghilangkan paham yang bertentangan dengan Pancasila," kata Aom, kemarin.
Baca selengkapnya di Tribun Lampung cetak edisi 23 Juli 2017
Dapatkan informasi terkini Tribun Lampung di http://goo.gl/gjZysZ
Jangan ketinggalan dengan yang lainnya, ramai ramai bergabung dengan Facebook Tribun Lampung di https://goo.gl/Jjp7OA dan Twitter di http://goo.gl/xdrQYg