Headline News Hari Ini
Produsen Tahu Menghemat Garam
"Kalau tahu mentah ini tidak bisa kalau tidak ada garamnya. Bahkan tidak jadi tahunya jika garamnya kurang"
Penulis: Dewi Anita | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah industri pengolah bahan makanan di Bandar Lampung mengeluhkan mahalnya harga garam kasar di pasaran. Selain harga melonjak tinggi, stok garam juga berkurang. Akibatnya, para pelaku usaha terpaksa mengurangi produksi hingga 50 persen.
Hal ini salah satunya diungkapkan Rianto, pelaku usaha home industry ikan asin di Pulau Pasaran, Bandar Lampung. Menurutnya, ia terpaksa mengurangi produksi hingga 50 persen karena harga garam sangat mahal. "Garam ini merupakan bahan utama kami dalam mengolah ikan asin. Kami terpaksa mengurangi produksi hingga 50 persen lantaran biaya yang tinggi untuk membeli garam," keluhnya, Minggu (23/7).
Menurut dia, dua bulan lalu, harga garam per karung 50 kg hanya Rp 60 ribu. Saat ini, naik menjadi Rp 260 ribu. "Jadi produksi saya yang biasanya 40 kg ikan asin, saat ini dikurangi jadi 20 kg," ujarnya. Saat ini, terus dia, para pembuat ikan asin di Pulau Pasaran hanya berharap pemerintah melakukan tindakan terkait persoalan ini.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan pelaku usaha home industri pembuatan tahu di Gunung Sulah, Bandar Lampung, Salardi. Lantaran naiknya harga garam, Salardi mengaku, harus menghemat garam dalam memproduksi tahu. Dalam sehari, menurut dia, pihaknya menggunakan garam lebih dari 2 kg untuk membuat tahu.
"Kalau tahu mentah ini tidak bisa kalau tidak ada garamnya. Bahkan tidak jadi tahunya jika garamnya kurang. Tahu mentah inilah yang butuh banyak garam. Namun sekarang harus lebih berhemat dalam penggunaan garam, karena susah mendapatkan garamnya," kata dia.
Diteruskan Salardi, garam mulai susah didapat sejak usai Lebaran. Dirinya mengaku tak tahu apa yang membuat kondisi itu terjadi. "Terakhir kami beli garam kasar ini seharga Rp 220 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp 80 ribu per 50 kg atau satu karung," imbuhnya.
Apa langkah Pemkot Bandar Lampung terkait melambungnya harga garam?
Baca selengkapnya di Tribun Lampung cetak edisi 24 Juli 2017
Dapatkan informasi terkini Tribun Lampung di http://goo.gl/gjZysZ
Jangan ketinggalan dengan yang lainnya, ramai ramai bergabung dengan Facebook Tribun Lampung di https://goo.gl/Jjp7OA dan Twitter di http://goo.gl/xdrQYg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/garam_20170723_190731.jpg)