Bartoven Vivid: Kurangnya Integrasi Sosial Picu Seseorang untuk Bunuh Diri

Seseorang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, bisa dilatarbelakangi karena kurangnya rasa integrasi sosial (menyesuaikan diri) dala

Bartoven Vivid: Kurangnya Integrasi Sosial Picu Seseorang untuk Bunuh Diri
ist
gantung diri

Laporan Reporter Tribun Lampung M Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seseorang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, bisa dilatarbelakangi karena kurangnya rasa integrasi sosial (menyesuaikan diri) dalam masyarakat.

Menurut dosen sosiologi Unila Bartoven Vivid Nurdin, hal ini ditandai ketika hubungan antara satu orang dengan orang lain sudah mulai merenggang.

"Artinya kalau orang itu hidup dalam satu kelompok/komunitas, suka maupun duka yang harusnya dihadapi bersama-sama, itu justru dipendam dan dihadapinya sendiri. Kurangnya rasa kebersamaan ini membuat seseorang itu merasa hidup sendiri," kata Bartoven.

Akibatnya, bunuh diri menjadi pilihan untuk mengakhiri dan menyelesaikan masalahnya.
Secara teoritis faktor penyebab bunuh diri itu banyak. Apapun masalahnya, ketika mengalami masalah percintaan, ekonomi, tidak mendapatkan pekerjaan, seharusnya dibicarakan dengan keluarga atau teman dan saudara.

"Ketika seseorang selalu terbuka kepada keluarga maupun teman terdekatnya, tentu akan merekat nilai-nilai sosial yang tinggi. Secara tidak langsung, orang-orang terdekat tahu mengenai masalah yang dihadapi dan bisa membantu semampu mereka," bebernya.

Pada dasarnya, dalam menjalani kehidupan tentu masing-masing individu memiliki masalah. Namun, kita harus pintar-pintar bagaimana caranya bisa menyelesaikan masalah tersebut.(mg4)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved