Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok, Kepsek Ajak Keluarga Korban Berdamai

Sejumlah sanak keluarga dan tetangga masih berdatangan untuk menjenguk korban di rumahnya.

Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok, Kepsek Ajak Keluarga Korban Berdamai
KOMPAS.com/ Junaedi
Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP swasta Salu Mandalle, dirawat di Rumah Sakit Bunua Mamase, Kabupaten Mamasa, sejak Rabu (26/7/2017) lalu. Dia duga telah dianiaya oleh kepala sekolah SMP Salu Mandalle itu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAMASA - Kepala SMP swasta Salu Mandalle di Mamasa, Sulawesi Barat, yaitu Soleman, mengajak berdamai keluarga Gusti (14).

Gusti, siswa kelas VIII SMP Salu Mandalle, diduga telah dibenturkan kepalanya ke tembok oleh Soleman, hingga jatuh pingsan dan dirawat di rumah sakit.

Setelah menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamasa, Sulawesi Barat, Gusti diperbolehkan pulang pada Sabtu (29/7/2017) sore.

Tetapi, ia masih harus menjalani rawat jalan.

Gusti diduga telah ditendang wajah, dan kepalanya dibenturkan ke tembok oleh Soleman.

Gusti, yang berasal dari Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa diperkenankan berobat jalan karena kondisinya dinilai mulai pulih.

Sejumlah sanak keluarga dan tetangga masih berdatangan untuk menjenguk korban di rumahnya.

Soleman, yang diduga telah menganiaya korban pada Rabu lalu, juga mendatangi rumah korban dan mengajak berdamai.

Aristarchus, seorang keluarga korban mengatakan, saat mendatangi rumah korban untuk mengajak berdamai, Soleman mengakui secara jujur perbuatannya.

Namun, Aristarchus kecewa karena dalam siaran di televisi televisi, Soleman mengubah pernyataannya, dan menyangkal perbuatannya yang semula sudah dia akui di depan keluarga korban.

Halaman
123
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved