Kaki Pria Digerogoti Kutu Laut Pemakan Daging, Darahnya Terus Mengalir

Namun, alih-alih kakinya menjadi sembuh, Sam malah mendapati kakinya bersimbah darah tak henti, dari betis hingga pergelangan kaki.

Tayang:
Editor: taryono
News.com.au/AAP/Jarrod Kanizay
Kondisi Kaki Sam Kanizay (16) usai digigit Lysianassid saat berenang di Brighton Beach, Melbourne, Australia, Sabtu (5/8/2017) malam waktu setempat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MELBOURNE - Seorang remaja di Australia dirawat di rumah sakit usai mendapati kakinya bersimbah darah sehabis berenang di laut.

 Semua berawal dari Sam Kanizay (16) yang berenang di Brighton Beach, Melbourne, Australia, Sabtu (5/8/2017) malam waktu setempat.

Maksud Sam melakukan itu adalah untuk merendam kakinya di air laut dan menenangkan nyeri otot pada kaki usai mengikuti pertandingan olahraga.

Namun, alih-alih kakinya menjadi sembuh, Sam malah mendapati kakinya bersimbah darah tak henti, dari betis hingga pergelangan kaki.

"Saya merasa seperti sedang ditusuk menggunakan jarum," tutur Sam, Senin (7/8/2017).

Sam Kanizay (16) mendapat perawatan usai digigit Lysianassid saat berenang di Brighton Beach, Melbourne, Australia, Sabtu (5/8/2017) malam waktu setempat.(News.com.au/AAP/Jarrod Kanizay)
Sam Kanizay (16) mendapat perawatan usai digigit Lysianassid saat berenang di Brighton Beach, Melbourne, Australia, Sabtu (5/8/2017) malam waktu setempat.(News.com.au/AAP/Jarrod Kanizay) ()

Setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa, ternyata diketahui kaki Sam digerogoti oleh makhluk krustasea pemakan daging, lysianassid.

Lysianassid merupakan jenis amfipoda yang berperilaku sebagai pebangkai, alias pemakan bangkai atau tanaman dan hewan yang membusuk.

Diduga makhluk yang dikenal sebagai kutu laut itu memproduksi zat antikoagulan, yang menghambat pembekuan darah dan membuat kaki Sam tak berhenti mengucurkan darah setelah digigit.

Menurut ahli biologi perairan Museum Victoria yang meneliti kutu laut tersebut, Genefor Walker-Smith, makhluk itu sebenarnya tidak berbahaya dan tidak beracun.

Namun, Sam tetap dirawat di rumah sakit karena dirinya tidak bisa berjalan akibat luka yang ditimbulkan oleh kutu-kutu pemakan daging itu.

Seorang profesor ilmu biologi dari Monash University, Richard Reina, juga meyakini bahwa yang menyerang Sam itu adalah kutu laut.

Tetapi, menurut Reina jarang sekali kutu laut menimbulkan cedera separah yang dialami Sam.

Sebenarnya cedera yang dialami Sam bisa dihindari dengan mengusir kutu-kutu tersebut dari kakinya, menggerakkan kakinya, atau keluar dari air.

"Sam mungkin cukup lama berada di dalam air laut yang dingin, sehingga ia berpikir rasa tertusuk pada kakinya itu adalah rasa kedinginan," jelas
Reina.

Reina menekankan bahwa kutu laut sebenarnya tidak berbahaya bagi pengunjung pantai atau orang-orang yang gemar berenang di laut.

"Sebenarnya makhluk-makhluk itu hanya makan bangkai, tapi mungkin karena Sam saat itu sedang berdiri diam saat berenang, mereka mendapat kesempatan untuk menyantap kakinya," tuturnya. (AFP/News.com.au)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved