Bagaimana Polisi Telisik Aliran Dana Jamaah Umrah First Travel
Katanya dana sempat mengalir di koperasi Pandawa, tetapi polisi tidak percaya begitu saja. Harus ada bukti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID , JAKARTA - Bareskrim Mabes Polri menelusuri aliran dana jemaah yang ditipu oleh pasangan suami istri pemilik First Travel, Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari.
Hal tersebut sebagai tindak lanjut penetapan tersangka pasangan itu dalam kasus penipuan keberangkatan umrah.
"Untuk pengembalian dana jemaah, itu bukan tanggungjawab Polri. tanggungjawab Polri mencari siapa yang bertanggungjawab atas perbuatan pidana. Lalu tracing aliran dana kemana, berapa anggaran dana yang sudah lari," kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/8/2017).
Bahkan, dirinya tidak percaya begitu saja, ketika tersangka menyebut aliran dana sempat mengalir ke Koperasi Pandawa.
Pasalnya, hal tersebut harus diperkuat oleh bukti-bukti.
"Kami masih pendalaman karena ini kan banyak sampai dia mengatakan, waduh saya lupa, enggak tahu ke mana saja. Ini yang masih kami petain, satu per satu kemana. Kalau dia bilang, ini ke Pandawa, buktinya mana. Kita enggak bisa hanya mendengar apa kata dia. Kita harus cari pendukung baru bisa declare ke media," jelasnya.
Baca: Kisah Bledheg Sangheta, Mantan Pencuri yang Dikukuhkan Risma Jadi Paskibraka
Karena itu, pemeriksaan pun dilakukan terus oleh pihaknya. Yaitu dengan memeriksa saksi-saksi dari para karyawan First Travel.
"Kami sudah periksa saksi-saksi staf dia, perwakilan dari nasabah yang dirugikan. Kemudian dari kedutaan sudah kami mintai keterangan juga. Barbuk ada yang bergerak, tidak bergerak itu aset rumah, tanah, kemudian ada kendaraan, kemudian masalah perbankannya," katanya.
Penetapan tersangka lainnya, lanjut Ari, tergantung sampai sejauhmana penyertaan saksi dalam berbuat.
Sejauh mana pengetahuan dia terhadap kesalahannya.
Baca: The Power of Emak-Emak, Seorang Ibu Berhasil Tangkap Pencuri Celana Dalam Perempuan
"Kalau dia hanya sebagai karyawan tidak tahu apa benar atau tidak, karena faktanya memang ada yang berangkat juga," katanya.
Sementara, pihaknya kini tengah membahas dengan para pihak terkait untuk mendirikan crisis center agar nantinya, jemaah bisa melaporkan ke crisis center yang fokus penerima aduan kasus penipuan tersebut.
"Kami sedang rapat hari ini dengan instansi terkait untuk menentukan crisis center dulu. Pengaduan-pengaduan dari masyarakat apa yang sudah dia miliki, hak apa yang dia harapkan, kita akumulasi di situ. Kapannya itu nanti crisis center yang akan menjelaskan," katanya.(Mohamad Yusuf)
Artikel ini sudah tayang di Warta Kota dengan judul :Polisi Telusuri Aliran Dana First Travel Milik Calon Haji dan Umrah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/first-travel-andika-surachman_20170815_180509.jpg)