Sebelum Tahu Korban Digorok, Rahmat Lihat Tangan Yudi Berlumuran Darah

Polsek Limau bersama warga mengamankan YD (23), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya di Dusun Batu Peti Pekon Ampai Kecamatan Limau

Sebelum Tahu Korban Digorok, Rahmat Lihat Tangan Yudi Berlumuran Darah
tewas ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polsek Limau bersama warga mengamankan YD (23), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya di Dusun Batu Peti Pekon Ampai Kecamatan Limau, Jumat (8/9/17) malam.

Menurut Kapolsek Limau Inspektur Satu Rukmanizar mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, korbannya Siti Aminah (60). "Setelah menerima informasi, kami mendatangi TKP, pelaku sudah diamankan warga kemudian dibawa ke Polsek Limau," katanya, Sabtu (9/9).

Ia mengaku di tempat kejadian perkara, polisi menyita barang bukti utama berupa golok sepanjang 30 cm bergagang kayu berikut sarung kayu, baju warna coklat, kain kebaya warna coklat berlumuran darah korban, sandal jepit sebelah kiri warna orange ada darahnya, dan baju kaos biru serta celana jins biru ada bekas darah.

Polisi juga memeriksa saksi-saksi dan mendatangkan tim medis untuk visum. Terbongkarnya kasus ini bermula saat saksi Rahmat Suseno (18) bertemu dengan Yudi. Saat itu tangan Yudi berlumuran darah dan mengajaknya ke lokasi tertentu masih di pekon setempat. Namun karena tangan YD berlumuran darah, Rahmat menolaknya.

Ia lebih fokus ingin mengetahui kenapa tangan Yudi berlumuran darah. Di benak pikirannya  sesuatu telah terjadi di rumah Yudi. 

Rahmat pun mendatangi rumah pelaku. Setelah masuk ditemui jejak-jejak darah di lantai. Rahmat pun mencari ibu pelaku dan mendapatinya di tempat tidur. Saat itu kondisi korban sudah tergeletak dengan luka leher bekas gorokan.

Rahmat langsung memberitahukan ke temannya, Mitro (20) dan warga lainnya lantas diteruskan sampai ke Polsek Limau. Saat itu Yudi berhasil diamankan warga.

"Sementara berdasarkan keterangan pelaku, peristiwa itu diawali percekcokan dirinya dengan ibunya. Pelaku memaksa minta dibelikan sepeda motor jenis matic secepatnya. Meskipun itu disanggupi ibunya namun dijanjikan tahun depan," ujar Rukmanizar.

Ia menambahkan, sementara ini status Yudi masih sebatas saksi pelaku belum tersangka. Sebab polisi ingin ada pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku karena yang jadi korban adalah ibu kandungnya sendiri. Selama ini mereka hidup berdua sebagai petani karena suami korban atau ayah Yudi sudah meninggal dunia.

Apabila nanti YD tidak mengalami gangguan jiwa maka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dijerat pasal 338 KUHPidana, dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved