Hari Batik Nasional

Bupati Pringsewu dan Wakilnya Membatik

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ramones Art (Komunitas Batik) Pringsewu ini menghadirkan pembatik dari berbagai daerah di Provinsi Lampung

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan
Bupati Pringsewu Sujadi dan Wakilnya Fauzi mengawali proses membatik di atas kain 100 meter yang diselenggarakan Ramones Art (Komunitas Batik), Senin (2/10) di Pendapa Pringsewu dalam rangka Hari Batik Nasional 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU- Dalam rangka memperingati hari batik nasional, Bupati Pringsewu Sujadi dan Wakilnya Fauzi membatik di atas kain 100 meter, Senin (2/10/2017) di Pendapa Pringsewu.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ramones Art (Komunitas Batik) Pringsewu ini menghadirkan pembatik dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan bahwa di Lampung, khususnya Pringsewu sendiri telah mengkombinasikan batik di Indonesia.

Seperti di Pringsewu sendiri, khas batiknya ada gambar bambu.

Selain itu, dipadukan dengan simbol-simbol daerah Lampung untuk menunjukkan ke daerahan Sang Bumi Ruwa Jurai.

"Dengan memasukkan simbol-simbol Lampung, seperti gambar siger atau gambar gajah, yang kebetulan gajah memanggul barbel," katanya.

Sujadi pun sempat berbagi pengalaman membatik dalam acara tersebut. Menurut dia, membatik memerlukan ketenangan, dan fokus. Tentunya, kata dia, disitu memerlukan imajinasi-imajinasi.

Sujadi menuturkan bahwa batik merupakan bagian dari karya seni. Sehingga ketika berbicara seni adalah berbicara perasaan.

"Karya seni itu harus dihargai tinggi sekali, nilai seninya semakin tinggi akan semakin bermartabat," kesannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved