Praja IPDN Meninggal Dunia
Ini Hasil Autopsi Jenazah Dhea Menurut IPDN
hasilnya tidak ada apa-apa, memang sudah ajal, serta takdir dan usianya
Penulis: hanif mustafa | Editor: wakos reza gautama
Laporan Wartawan Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Biro Administrasi Keprajaan IPDN, Andi Oni memberikan pernyataan terkait kasus meninggalnya Dhea Rahma Amanda Praja IPDN tingkat I angkatan 28.
Ia mengatakan, sudah dilakukan autopsi dengan SOP yang berlaku.
"Dan hasilnya tidak ada apa-apa, memang sudah ajal, serta takdir dan usianya, kemudian anak memang tidak sakit apa-apa," terangnya seusai pemakaman Dhea, Senin (2/10/2017).
Andi menegaskan bukan berarti pihaknya tidak melakukan evaluasi. Tetapi setiap tahun IPDN selalu melakukan koreksi.
"Seperti yang dikatakan oleh gubenur IPDN bukan baru ada kejadian kita baru melakukan evaluasi, tetapi setiap pelaksanakan kegiatan yang berlangsung satu tahun sekali, kita selalu adakan evaluasi," sebutnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan, Kepala Biro ini mengatakan setiap praja melalui seleksi yang ketat, dari tingkat daerah hingga pusat.
"Di daerah ada dua kali, hingga ke ipdn pun masih dilakukan kesehatan oleh dinas TNI Angkatan Darat, nah setelah itu pelaksanaan di Akpol," lanjutnya.
Menurutnya pihak Akpol juga punya fasilitas kesehatan yang fungsinya untuk mengecek kesehatan para Praja yang mengikuti pendidikan dasar.
"Jadi selalu mengecek setiap praja yang mengikuti Diksar Mendispra secara rutin, terakhir kita kesana kunjungan untuk memonitoring praja, yang bersangkutan (Dhea) tidak sakit," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemakaman-jenazah-dhea_20171002_155107.jpg)