Sesak Bisa Terjadi karena Terganggunya Saraf Pengatur Pernafasan
apabila terjadi gangguan dalam bernafas, maka itu ditandai dengan beratnya menarik nafas.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Normalnya seseorang bernafas adalah dengan spontan. Dan, apabila terjadi gangguan dalam bernafas, maka itu ditandai dengan beratnya menarik nafas. Tarikan dinding dada menjadi kuat dan frekwensi nafas meningkat.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakakat Diskes Lampung dr Asih Hendrastuti, sesak nafas bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain, penyempitan saluran nafas, terganggunya saraf pengatur pernafasan, dan terganggunya fungsi jaringan paru untuk mengembang.
"Ketiga hal tersebut bisa diakibatkan oleh banyak faktor yakni mulai dari alergi, infeksi, gangguan saraf hingga gagal fungsi akibat penyakit pernafasan obstruksi kronis," katanya.
Sesak nafas bisa merupakan gejala banyak penyakit misal, seperti asma dikarenakan saluran nafasnya sempit, radang paru-paru yang disebabkan karena ada infeksi pada jaringan paru.
Kemudian, stroke dikarenakan kelumpuhan pada otot-otot pernafasan, kanker paru, dan lain-lain. Atau bisa juga karena benda asing yang menekan paru misal patah tulang iga, dan sebagainya.
Apakah ada atau tidak jenis-jenis sesak nafas yang berbahaya? "Intinya siapa saja yang mengalami kekurangan oksigen maka bisa saja menyebabkan hingga kematian," bebernya.
Kelelahan pada penderita asma bisa menyebabkan kematian manakala ada serangan berat (status asmatikus).
Sedangkan jika sesak nafas karena faktor kekenyangan, maka hal ini sulit dibuktikan. Karena, menurutnya, sulit untuk mengukur kekenyangan seseorang. Pembuktian sesak nafas dapat dibuktikan dengan peningkatan frekwensi nafas, pucat karena kurang oksigen.(eka)