PT SMAL Gunakan Bahan Peledak, Warga di Lamsel Protes dan Minta Ini

Pertemuan merupakan tindaklanjut keluhan warga terhadap aktivitas pengeboman batu PT SMAL di lokasi pertambangan milik perusahaan

Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Warga Dusun Buring, Kecamatan Penengahan bertemu perwakilan PT SMAL untuk membahas dampak penggunaan bahan peledak. Pertemuan berlangsung di Masjid Sabilin Mustaqin, Selasa 17 Oktober 2017 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Warga Dusun Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menggelar rapat mediasi dengan PT Sumber Makmur Alam Lampung (SMAL).

Mediasi berlangsung di Masjid Sabilin Mustaqim, Dusun Buring, Selasa 17 Oktober 2017.
.
Pertemuan merupakan tindaklanjut keluhan warga terhadap aktivitas pengeboman batu PT SMAL di lokasi pertambangan milik perusahaan di Dusun Buring.

Pertemuan dihadiri Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, Asisten II Bidang Ekobang Setda Lampung Selatan Mulyadi Saleh, perwakilan warga dan PT. SMAL , serta dari LBH SABU-Sel (Sai Bumi Selatan) dan DPK Pernusa.

Hasanudin dari LBH Sai Bumi Selatan mengatakan, masyarakat Dusun Buring mendukung kehadiran PT. SMAL.

Hanya saja masyarakat meminta aktivitas pertambangan tidak menggunakan bahan peledak.

Apalagi dengan daya ledak besar yang bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

"Masyarakat tidak menolak adanya investasi dengan hadirnya PT. SMAL. Tapi masyarakat meminta tidak menggunakan bahan peledak," katanya.

"Apalagi daya ledaknya besar sehingga berdampak pada kerusakan rumah warga sekitar," ujarnya.

Warga kata dia, menginginkan dihentikannya aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peleda.

Warga juga meminta segera direalisasikannya proses ganti rugi rumah warga yang rusak akibat dari aktivitas peledakan oleh PT SMAL.

Sementara itu Cecep dari perwakilan PT. SMAL mengatakan pihak perusahaan telah melakukan proses ganti rugi rumah warga yang rusak akibat dari aktivitas peledakan.

Kalau pun masih ada warga yang belum mendapatkan ganti rugi, kata dia, ia meminta kepada kepala dusun untuk bisa mendata kembali rumah warga yang rusak.

Pihak perusahan akan mengecek ke lokasi. "Kalau ada rumah warga yang rusak dan belum mendapatkan ganti rugi, kami mohon maaf. Kami meminta tolong kepada kepala dusun untuk bisa mendata rumah warga yang belum diperbaiki," ujarnya.

Terkait dengan aktivitas peledakan, kata dia, perusahaan sudah mengurangi volume daya ledak.

Sehingga suara tidak lagi seperti sebelumnya. Perusahaan lanjut Cecep, siap untuk melakukan ganti rugi dan perbaikian kerusakan akibat dari aktivitas peledakan oleh perusahaan.(*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Safruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved