Antar U-turn Harus Punya Jarak yang Tepat Agar Terhindar Macet
berdasarkan teori, antara U-turn dan U-turn lainnya harus memiliki jarak yang tepat sehingga tidak menimbulkan efek kepadatan bahkan kemacetan
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengamat Transportasi Rahayu Sulistyorini mengatakan, berdasarkan teori, antara U-turn dan U-turn lainnya harus memiliki jarak yang tepat sehingga tidak menimbulkan efek kepadatan bahkan kemacetan lalu lintas.
Baca: Dituding Biang Kemacetan di Puncak, Ini Jawaban Jubir Anies-Sandi
"Itu diperlukan kajian sehingag bisa dilihat berdasarkan banyaknya volume kendaraan yang ingin memutar, sehingga U- turn sebaiknya tidak boleh dibuat terlalu dekat," katanya, Minggu 22 Oktober.
Selain itu, pada setiap U-turn semestinya dibuat cekungan atau space menjorok pada bagian median jalan untuk menghindari gangguan pada laju kendaraan di belakang kendaraan yang akan memutar.
Baca: (VIDEO) Kemacetan di Bandar Lampung
"U-turn juga harus memiliki jarak minimal, artinya tidak boleh terlalu dekat tergantung dari besaran volume jalan tersebut. Semakin tinggi volume kendaraan di jalan tersebut maka jarak U-turn pun tidak boleh terlalu dekat," terangnya.
Baca: Ilham Malik: Macet di U Turn Gajah Mada Bisa Teratasi dengan Sosialisasi
Untuk U-turn di depan RS Graha Husada dirinya memang belum melihat langsung ke sana, apakah ada cekungan atau tidak serta jarak antara satu tempat putaran ke putaran lainnya. "Namun, yang jelas, untuk membuat U-turn juga tidak boleh sembarangan atau sembarangan dibuka tutup. Artinya harus ada studinya untuk melihat di mana kondisi jalan yang memang memerlukan U- turn," pungkasnya.(yga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penutupan-u-turn_20171001_151141.jpg)