Ibu Ini Dipaksa Pria Lain, Saat Suami Pulang dari Pasar Kaget Pakaian Istri Terbuka dan Banyak Darah
Ibu Ini Dipaksa Pria Lain, Saat Suami Pulang dari Pasar Kaget Pakaian Istri Terbuka dan Banyak Darah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ibu RT Ini Dipaksa Pria Lain Begituan Saat Suaminya ke Pasar, Usai Puas, Korban Juga Diginiin
Kasus kejahatan seksual saat ini memang cukup menjadi sorotan masyarakat.
Baca: Ada yang Sering Dituding Pelakor, Inilah 6 Artis Cantik yang Jadi Single Parent di Usia Muda
Sebab, hampir setiap hari kasus tersebut terus bermunculan.
Modus yang dilakukan oleh pelakunya juga beragam.
Meski demikian, kadang polisi juga mengalami kesulitan saat menangani kasus itu.
Satu di antara penyebabnya adalah keengganan, dan ketakutan korban melaporkan apa yang dialaminya itu.
Mereka terkadang merasa risih jika kasusnya sampai terdengar publik, terlebih saat masuk media.
Padahal, keterangan yang mereka berikan sangat dibutuhkan polisi untuk segera mengusut tuntas kasus itu.
Baca: Sudah Tunangan Siap ke Pelaminan, 6 Selebriti Ini Malah Gagal Nikah, Ada yang Diputus Lewat SMS
Sehingga, kasus serupa tidak akan terulang lagi.
Namun, ada juga kaum wanita, atau keluarga korban yang berani melaporkannya.
Oleh karena itu, polisi pun segera melakukan penanganan, dan menangkap pelakunya.
Baru-baru ini kasus kejahatan seksual kembali terjadi.
Seperti yang dilansir dari Kompas.com, seorang ibu rumah tangga (RT) ditemukan tak bernyawa setelah diperkosa dan dibunuh oleh perampok.
Kejadian keji itu terjadi di Kompleks Perumnas Desa Pelempang Jaya, Tanjung Pandan, Belitung.
Sya (52) pertama kali menemukan istrinya, Er (40), ketika pulang dari pasar.
Er ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai dengan luka di kepala serta sebagian pakaian yang terbuka.
Pelaku perbuatan keji itu diketahui bernama Cecep, warga Tanjungpandan, Belitung.
Awalnya pelaku menyelinap masuk ke rumah korban.
Kemudian pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan kapak.
Ketika korban tak berdaya dengan kondisi luka di kepala, pelaku langsung membekap mulut korban dan memperkosanya.
Barang-barang berharga korban juga dibawa kabur oleh pelaku.
"Sejumlah barang berharga seperti ponsel dan perhiasan dibawa kabur pelaku," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Abdul Munim.
Menghimpun dari keterangan saksi yaitu, suami dan tetangga korban, pelaku dapat ditangkap sore harinya oleh polisi yang melakukan olah TKP.
Pelaku juga terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan.
"Pelaku Cc (Cecep) dilumpuhkan karena membahayakan petugas. Pelaku diduga menggunakan kapak saat menjalankan aksinya," ujar Munim seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (21/10/2017).
Munim menjelaskan, peristiwa itu termasuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
tribun jatim