Koordinator Go-Jek: Bukti Video, Sebelum Pemukulan Mitra Go-Jek Andi Alami Intimidasi

peristiwa ini berawal dari mitra Go-Jek bernama Andi menurunkan penumpang di depan kios jahit yang tidak jauh dari pertigaan simpang Ambon Sukarame

Koordinator Go-Jek: Bukti Video, Sebelum Pemukulan Mitra Go-Jek Andi Alami Intimidasi
ribut ojek online dan pangkalan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perwakilan ojek online akhirnya buka suara soal gesekan yang terjadi di pertigaan Ambon Jalan Pulau Sebesi Sukarame, Jumat 27 Oktober 2017.

 Koordinator Go-Jek Miftahul Huda mengatakan peristiwa ini berawal dari mitra Go-Jek bernama Andi menurunkan penumpang di depan kios jahit yang tidak jauh dari pertigaan simpang Ambon.

Baca: Ulah Dokter Koas di Depan Jasad Rara Bikin Netizen Jengkel: Megang HP sambil Fotoin Jenazah?!

Baca: Gadis Berkaus Ketat Berani Lakukan Hal Ini Depan Kawan-kawannya, Netizen: Nggak Punya Otak

Baca: Pemuda Ini Ajak Kekasihnya Bikin Dedek Bayi di Kolam, Yang Terjadi Kemudian Tak Disangka-sangka

Sebelum Huda melanjutkan penuturannya, ia memperlihatkan video berdurasi 1 menit 41 detik kepada tribunlampung.co.id, tetang awal mula cekcok hingga terjadi perselisihan.

 “Ya bisa dilihat, mulanya kira-kira seperti itu. Mereka (ojek pangkalan) mencegat dan memukul, saat sebelum pemukulan pun Andi mengalami intimidasi,” sebut Huda.

 Huda pun menuturkan pihaknya bersama Andi telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukarame.“Jadi bukan tidak ada asal mulanya, baru saat terjadi intimidasi itu teman-teman gojek datang untuk berusaha melerai,” lanjutnya.

 Huda pun menyayangkan adanya provokasi sejenis, yang mana dalam hal ini Mitra Go-Jek Andi hanya menurunkan penumpang.

 “Jadi tidak ada namanya rebutan penumpang, bukti video sudah ada, siapa yang dahulu memulai, persoalan akhirnnya berujung adanya tindakan kriminalitas, kami seutuhnya taat hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat,” tukasnya.

 Terkait penusukan sopir Angkot Anggiat T. Sipahutar (40), Huda belum bisa memastikan apakah itu benar Mitra atau  bukan. Bisa jadi itu bentuk provokasi dari oknum tertentu yang menggunakan atribut gojek.

 "Kita belum bisa pastikan, apakah mitra atau bukan, jaket Go-Jek bisa dibeli Rp 170 ribu, selain itu banyak mitra kita yang jaketnya disita," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved