Si Bocah tak Bisa Ngompol Selamanya karena Plastik Kresek Membekap Wajah, Sang Ibu Gangguan Jiwa?

Si Bocah tak Bisa Ngompol Selamanya karena Plastik Kresek Membekap Wajah, Sang Ibu Gangguan Jiwa?

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Langie saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017)(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Si Bocah tak Bisa Ngompol Selamanya karena Plastik Kresek Membekap Wajah, Sang Ibu Gangguan Jiwa?  

Polisi masih terus memeriksa NW (25), seorang ibu yang menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca: Merasa Tak Nyaman Letkol Darmawan Mendadak Tampar Kades, Simak Cerita Beserta Sanksinya

Baca: Sambung Bulu Mata Agar Tak Repot Dandan, Muli Lampura Ini Pilih Model Doll Eyes

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Langie menyatakan, kepolisian sudah melakukan penyelidikan baik terhadap tersangka maupun korban yang berinisial GW (5).

"Kami akan terus periksa tersangka termasuk kondisi kejiwaannya, walaupun keterangan saksi-saksi dan orang sekitar lingkungan kontrakannya mengatakan dia normal. Tetapi karena ini kejadiannya di luar dugaan, akan tetap kami periksa," kata Roycke kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017).

NW yang merupakan orang tua tunggal atau single parent tersebut menganiaya buah hatinya, GW lantaran kesal. Pasalnya, selama dua bulan terakhir, GW menunjukkan perilaku berbeda dengan sering mengompol sehingga membuat NW memberi hukuman.

Barang bukti kasus kematian GW (5) di tangan ibu kandungnya sendiri.
Barang bukti kasus kematian GW (5) di tangan ibu kandungnya sendiri.(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com)
 
Menurut kesaksian tersangka, GW diikat tangan dan kakinya menggunakan tali rafia.

Kemudian, untuk menenangkan tangisan anaknya, NW menyemprotkan obat nyamuk ke wajah korban dan menutup kepala korban menggunakan kantong kresek.

"Tersangka menggunakan obat nyamuk semprot untuk mendiamkan korban dan juga tali rafia untuk mengikat tangan dan kaki korban. Ini sinkron dengan keterangan tersangka," ujar Roycke.

Barang bukti kasus kematian GW (5) di tangan ibu kandungnya sendiri.
Barang bukti kasus kematian GW (5) di tangan ibu kandungnya sendiri.(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com)
 
GW meregang nyawa pada Sabtu (11/11/2017) di Rumah Sakit Graha Kedoya. NW diketahui memesan ojek online untuk membawa anaknya tersebut ke rumah sakit.

Menurut penuturan Mariono (40), yang merupakan driver ojek online, kondisi GW ketika dibawa ke RS Graha Kedoya sangat lemah.

Setiba di rumah sakit, dokter menyatakan GW telah meninggal dengan luka memar di kedua tangan dan kakinya.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan menggunakan pasal 80 ayat 3 dan 76C Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Roycke.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ibu yang Bunuh Anaknya karena Sering "Ngompol" Akan Dicek Kejiwaannya

Editor: soni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved