Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel? Ini Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Presiden Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel? Ini Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Kemlu RI
Menlu RI Retno Marsudi (kanan) memanggil Duta Besar AS, Joseph R Donovan Jr, ke kantor Kemlu RI di Jakarta, pada Senin (4/12). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memanggil Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan Jr, untuk mempertanyakan kabar mengenai rencana Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebagaimana dicuitkan Kemlu RI, dalam pertemuan itu Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia atas kabar tersebut.

Baca: Ustazah Nani Handayani Diprotes Netizen Gara - gara Salah Tulis Ayat Quran, Ini Reaksinya

Retno juga menyampaikan "rencana tersebut akan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina."

Akan tetapi, menurut Donovan, "Presiden Trump belum mengambil keputusan final" soal rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dan 'solusi dua negara'.

Solusi itu mencakup pembentukan negara merdeka Palestina —di dalam garis perbatasan sebelum Perang 1967 yang terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur— dan Israel yang hidup damai berdampingan.

Baca: Kabar Mengejutkan dari Joko Anwar - Pengabdi Setan Jadi Film Indonesia Terlaris di Malaysia

Solusi dua negara itu kini terancam seiring dengan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan segera mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebagaimana janjinya saat kampanye pemilihan presiden AS 2016 lalu, mengakibatkan kemarahan negara-negara Arab.

Menteri luar negeri Yordania memperingatkan AS akan munculnya 'konsekuensi berbahaya' jika mereka mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Halaman
123
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved