Mahasiswa Fisip Unila Gelar Aksi Simpatik Peduli Pilgub Lampung

Para aktivis mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang menggelar aksi simpatik bertajuk mahasiswa peduli Pilgub Lampung, Minggu 10 Desember 2017.

Mahasiswa Fisip Unila Gelar Aksi Simpatik Peduli Pilgub Lampung
Tribunlampung/Hanif
Mahasiswa Fisip Unila Gelar Aksi Simpatik Peduli Pilgub Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sepanjang jalur Car Free Day di Tugu Adipura Bandar Lampung dipenuhi oleh para aktivis mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang menggelar aksi simpatik bertajuk mahasiswa peduli Pilgub Lampung, Minggu 10 Desember 2017.

Adapun lembaga mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan ini diantaranya badan Eksekutif Mahasiswa, Badan Legislatif Mahasiswa, Lembaga Penerbiatan Mahasiswa Republica, Lingkar Studi Sosial Politik Cendekia, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan dan HMI komisariat Sosial Politik Unila.

Baca: Dana Pengamanan Pilkada di Lampura Dianggarkan Rp 11 Miliar

Kegiatan ini diinisiasi dalam rangka menyoroti tiga elemen penting yang menyangkut berlangsung proses demokrasi pada pemilu mendatang.

Menurut Gubernur BEM FISIP Unila sekaligus Koordinator Lapangan, Robi Julian Rusanda, tiga elemen tersebut ialah Penyelenggara, Kontestan baik kandidat maupun partai politik pengusung serta masyarakat selaku pemilih.

Baca: Astaga, Guru Ngaji Ini Lakukan Hal Tak Senonoh Kepada Muridnya di Kebun Singkong

"Untuk mewujudkan pesta demokrasi lokal yang sehat tentunya harus ada keterlibatan mahasiswa selaku elemen masyarakat yang peduli, aksi simpatik ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa FISIP dalam rangka menyambut pilkada serentak 2018 mendatang," ujar Robi melalui rilis yang diterima tribunlampung.co.id.

Robi mengatakan bahwa aksi simpatik tersebut berangkat dari kegelisahan masyarakat yang membuat hati mereka terpanggil untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan ini.

"Catatan penting yang menjadi sebuah kegelisahan bersama ialah berbagai persoalan pilgub Lampung 2014 silam yang masih menyisakan cerita dan kegelisahan publik, kemudian cerita tentang politik uang, bagi-bagi sembako, mobilisasi pemilih, hingga rentannya integritas penyelenggaran pemilu baik penyelenggara (KPU) maupun Pengawas pemilu (Bawaslu), ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kedepan tidak terjadi lagi, saya fikir belajar dari pengalaman itu penting, karena pengalaman merupakan guru terbaik," tegas Robi.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved