wisata

Nuansa Tempo Dulu Seruput Kopi di Kedai Legendaris Belitung

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi tanpa menyeruput kopi khas Belitung.

Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Gustina Asmara
Tribun Lampung/Teguh Prasetyo
Kedai Kopi Atet di Belitung 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Teguh Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak lengkap rasanya berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi tanpa menyeruput kopi khas Belitung. Saking gemarnya masyarakat disana minum kopi, banyak kedai kopi selalu ramai dikunjungidari pagi hingga malam hari.

Menariknya, beberapa diantaranya berusia lebih dari 50 tahun. Di Kota Tanjung Pandan misalnya, ada dua kedai kopi tua hingga kini masih bertahan. Kedai kopi pertama adalah Warung Kopi Ake berlokasi di Jalan KV Senang atau tepatnya dekat Bundaran Tugu Satam berdiri sejak 1922.

Kedai kedua adalah Warung Kopi Kong Djie di Jalan Siburik Barat Nomor 4 depan Gereja Regina Pacis. Kedai ini sudah berdiri sejak tahun 1943.

Kebetulan, wartawan Tribun Lampung berkesempatan mampir di Warung Kopi Kong Djie. Kesan pertama bertandang ke kedai kopi itu adalah suasana tempo dulu. sederhana dan suasana akrab.

Tak hanya itu saja, kesan otentik amat terasa di sini. Mulai dari tempat pembuatan kopi "jadul" seperti penggunaan katel tempat menyeduh hingga tungku pembakarannya masih menggunakan kayu bakar.

Varian kopi unggulan yang tersedia yakni Kopi O dan Kopi Susu. Tersedia juga Teh Tarik serta beberapa minuman lain. Untuk teman bersantai, tersedia bermacam kudapan seperti gorengan dan lainnya. Harganya? sangat murah berkisar Rp 6.000 sampai Rp 10 ribu saja.

Kopi di Belitung
Kopi di Belitung (Tribun Lampung/Teguh Prasetyo)

Selain di Kota Tanjung Pandan, sensasi meminum kopi wajib dilakukan saat berkunjung ke Manggar, Belitung Timur berjarak sekitar 1,5 jam dari pusat kota. Manggar menasbihkan dirinya sebagai kota 1001 kedai kopi. Makanya saat bertandang di pusat kota, dijumpai kedai-kedai kopi berjejer di sepanjang jalan. Uniknya, kedai itu selalu ramai dikunjungi warga.

Salah satunya, Warung Kopi Atet yang berada di Jalan Sudirman, Lipat Kajang, Baru, Manggar.
Kedai berdiri sejak 1949 ini milik Antonius Abidin Suherman (Atet) yang meneruskan usaha warung kopi dari kakeknya bernama Afu.

Di kedai ini sama seperti kedai lain menawarkan Kopi O, Kopi Susu, Teh Tarik, serta beberapa minuman dan kudapan yang harganya sangat terjangkau. Menurut Indra, swarga Tanjung Pandan, ia selalu mampir ke Warung Kopi Atet saat ada bertugas ke Manggar.

"Pokoknya tiap ke Manggar, pasti saya mampir ke kedai kopi ini. Selain kopinya enak dan tidak buat sakit perut, suasana di sini sangat akrab dan kekeluargaan. Siapapun dari kalangan manapun bisa ditemui di sini. Bahkan dulu Ahok dan pakar hukum Yusril Ihza Mahendra, kalau pulang mudik, selalu mampir ke sini," ujar pria yang bekerja di perusahaan rokok ini.

Oh iya, selain berjargon Kota 1001 Kedai Kopi, Manggar terdapat destinasi wisata seperti Replika Sekolah Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Keong, Kampung Ahok, dan beberapa obyek wisata lainnya.

Pakai Kopi Lampung

MENJAMURNYA kedai kopi di Pulau Belitung terbilang unik. Ditambah lagi telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun lalu ini.

Uniknya, pulau penghasil timah dan kaolin ini sama sekali tidak dijumpai perkebunan kopi. Kopi didatangkan dari provinsi lain.

Ternyata setelah mencoba cari tahu, para pemilik kedai kopi ini mengambil kopi robusta terutama dari Lampung dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa. Setelah kopi Lampung didatangkan, kemudian kopi diolah dengan cara berbeda, sesuai masing-masing kedai tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved