Warga Rajabasa Nunyai Bandar Lampung Minta Fogging

Warga RT 003 Rajabasa Nunyai,Bandar Lampung, Provinsi Lampung mengharapkan Dinas Kesehatan segera melakukan fogging

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga RT 003 Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung mengharapkan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung segera melakukan fogging.

Pasalnya sejumlah warga di Rajabasa Nunyai, Bandar Lampung, sudah ada yang terserang demam berdarah dengue (DBD).

Baca: Walikota Bandar Lampung Herman HN Keluhkan Dana Bagi Hasil yang Belum Dikucurkan Pemerintah Provinsi

Salah satu warga, Rajabasa Nunyai, Kota Bandar Lampung, Sarbini (59) mengatakan anak balita tetangganya, dinyatakan positif DBD sejak Minggu 17 Desember 2017 dan kini tengah menjalani perawatan di RS Belleza, Kedaton, Bandar Lampung.

"Baru tiga hari lalu, ada balita dua bulan di lingkungan sini yang masuk RS karena DBD. Kami harap Pemkot Bandar Lampung segera bergerak cepat. Khawatir malah mewabah dan korbannya bertambah," ujarnya, Selasa 19 Desember 2017.

Masih kata dia, warga RT 003 tengah resah, mengingat penyakit DBD sangat berbahaya dan mudah menular.

"Kami sudah meminta ke ketua RT untuk melakukan fogging, tapi beliau meminta agar orang tua balita melampirkan surat keterangan DBD dari RS," sebutnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bandar Lampung Badri Tamam mengungkapkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk melakukan fogging.

"Termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung yang diminta untuk menyasar kebersihan lingkungan setempat, mengingat sekarang ini tengah musim penghujan," ujarnya.

Baca: Luar Biasa, Ini yang akan Terjadi Pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Kelapa

Adanya genangan air, berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak yang akhirnya meningkatnya penularan penyakit DBD.

"Kami akan meminta semua SKPD terkait bekerjasama sesuai dengan tupoksinya masing-masing, sesuai dengan instruksi walikota Bandar Lampung, bahwa seluruh SKPD harus mengantisipasi musim hujan, baik cuaca ekstrem, maupun penyebaran penyakit menular," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved