Breaking News:

BI Tandatangani Perjanjian Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito

BI Tandatangani Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Reny Fitriani
Ist
BI Tandatangani Perjanjian Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Indonesia (BI) terkait dengan Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito yang Ditransaksikan di Pasar Uang, Rabu (20/12).

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) BI Nanang Hendarsah dan Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi disaksikan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, serta Direksi KSEI Syafruddin dan Supranoto Prajogo dan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Hasan Fawzi.

Baca: Lagi Ngetrend, Ini Alasan Mahasiswi Lampung Kenakan Hijab Organza

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan ditunjuknya KSEI sebagai LPP Sertifikat Deposito di Pasar Uang dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku pasar, antara lain dari sisi transparansi informasi.

Baca: Keluarga Laksanakan Upacara Pemakaman Jonghyun, Netizen Sesalkan Hal ini Terjadi di Sosmed

"Seperti pada kerjasama KSEI dan BI untuk Surat Berharga dan Surat Berharga Negara yang diterbitkan oleh BI sebelumnya, maka KSEI akan menerbitkan nomor SID (Single Investor Identification) untuk Sertifikat Deposito di Pasar Uang, sehingga kepemilikan atas instrumen tersebut dapat diketahui,” jelasnya dalam rilis.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penandatangan Kerjasama Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang antara KSEI dan BI merupakan langkah awal dari langkah panjang pendalaman pasar keuangan.

"Penatausahaan dan penyelesaian transaksi instrumen NCD (Negotiable Certificate of Deposit) di pasar uang ini diharapkan dapat diikuti juga dengan instrumen lainnya," jelasnya.

Untuk mendukung kerjasama tersebut, pada tanggal 26 Oktober 2017, OJK telah mengeluarkan surat nomor S-124/PM.2/2017 perihal persetujuan KSEI sebagai LPP Sertifikat Deposito Yang Ditransaksikan di Pasar Uang, dan persetujuan atas Draft Perjanjian Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito Yang Ditransaksikan di Pasar Uang antara Bank Indonesia dan KSEI.

Gubernur BI Agus Martowardojo menambahkan, sejak tahun 2016, BI telah membangun departemen khusus untuk pengembangan pasar keuangan. "Karena kita meyakini pasar uang yang stabil saja tidak cukup. Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia harus mempunyai pasar uang yang dalam untuk bisa menjadi sumber pendanaan bagi pembangunan Indonesia," paparnya.

Dengan ditunjuknya KSEI sebagai LPP Sertifikat Deposito di Pasar Uang, serta dukungan dan sinergi yang baik antara OJK dan BI, maka diharapkan pasar Sertifikat Deposito dapat semakin tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Dengan demikian, ketahanan stabilitas sistem keuangan, efektifitas kebijakan moneter, maupun pendanaan untuk pembiayaan nasional juga semakin meningkat. (ana/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved