Siap Disanksi, Anggota DPRD PKB Lampung ini Tolak Keputusan DPP

Dikonfirmasi melalui ponselnya, Bujung membenarkan status facebooknya terkait penolakan calon dari DPP PKB.

Siap Disanksi, Anggota DPRD PKB Lampung ini Tolak Keputusan DPP
Tribunlampung/Beni
Status Facebook Khaidir Bujung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUG – Internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung terancam pecah. Pasalnya, masih ada pengurus DPW PKB, anggota DPRD, Dewan Syuro partai yang menolak keputusan DPP merekomendasikan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari PKB.

Salah satunya ditunjukkan oleh, anggota DPRD Lampung Khaidir Bujung dengan membuat status di akun media sosial facebook miliknya. Tak tanggung-tanggung ia menuliskan kritikan pedas dan menyebut nama Chusnunia.

Baca: Mujiatun Sempat Mengira Janin di Dalam Parit Adalah Hati Ayam

Bujung merupakan ketua Keluarga pemenangan pemilu DPW PKB Lampung, sekaligus wakil ketua I DPW PKB Lampung, ketua Garda Provinsi Lampung, Sekretaris Fraksi PKB Prov Lampung, dan ketua DPC PKB Tulang Bawang.

Baca: Live Streaming Liverpool Vs Leicester City Kick Off Pukul 22.00 WIB

Dikonfirmasi melalui ponselnya, Bujung membenarkan status facebooknya terkait penolakan calon dari DPP PKB.

“Memang seperti itu yang terjadi, DPP hanya melihat PKB Lampung dari Chusnunia Chalim, jadi tidak melihat dari pengurus DPW, struktur partai. Apa yang jadi juklak juknis itu telah dilewati. Saya termasuk orang yang menolak cara seperti itu. Saya sudah bilang, saya siap dengan segala resikonya. Karena jelas kitabnya tetap aturan, mau partai agama, ini kan organisasi, semua harus dipenuhi. Meskipun nanti jatuhnya kepada beliau itu tidak masalah aturannya tapi harus dipenuhi, kalau tidak, saya gak akan menerima itu,” jelasnya.

Bujung mengatakan mekanisme di DPW PKB Lampung sudah berjalan sampai tingkat pleno di DPW yang memutuskan satu nama sebagai balon gubernur. “Karena semua ada rapat-rapat ada koordinasi. PKB itu bukan punya Chusnunia di Lampung, punya pengurus dan kader PKB lampung, Yang diambil ini kan pasangan yang jelas menindas, didukung penindas rakyat tuba, tubaba dan masyarakat Lampung,” ujarnya berapi-api.

Sebagai anggota DPRD, menurut dia ada tanggungjawab kepada rakyat. “Maka saya katakan kita DPRD di atasnya rakyat. Jadi saya itu merasa bahwa ini ada kesewenangan-wenangan sementara aspirasi para Kiyai, pengurus tingkat bawah, seperti hasil pleno DPW PKB waktu itu, hasil pleno kan jelas mengusulkan satu nama, Mustafa,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved