Mengapa Warna Celana Jeans Kebanyakan Biru?

Jeans adalah celana serbaguna yang bisa kita gunakan dalam segala situasi

Tayang:
Editor: Yoso Muliawan
Shutterstock Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jeans adalah celana serbaguna yang bisa kita gunakan dalam segala situasi. Busana satu ini memang memiliki popularitas yang tak lekang oleh waktu.

Namun, sadarkah Anda bahwa kebanyakan warna jeans yang beredar di pasaran adalah biru? Karena itu pula, kita kerap menyebut jeans dengan sebutan "blue jeans".

Lantas pertanyaannya, mengapa harus warna biru? Padahal kita tahu bahwa biru bukanlah warna netral yang bisa dipadupadankan dengan semua jenis warna.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat kembali dari awal mula jeans tercipta. Levi Strauss adalah orang yang dikenal sebagai penemu item fashion ini.

Namun, dilansir dari Levi Strauss & Co, dia bukanlah penemu dari tren mode yang begitu populer tersebut. Dia hanya mematenkan gaya dengan paku keling untuk membuat jeans tidak mudah robek.

Denim sebenarnya sudah menjadi bahan yang populer dipakai untuk para pekerja. Jadi, Levi Strauss hanya menambahkan sentuhan baru pada tren ini.

Sebenarnya, dia menggunakan desain yang sama untuk celana katun cokelat yang disebut celana "duck". Dia kemudian menerapkan pada desain celana jeans.

Biru adalah warna yang dipilih untuk denim karena sifat kimia pewarna biru. Sebagian besar zat warna ini akan meresap ke bahan dalam suhu panas yang mempermudah proses pewarnaan.

Dilansir dari laman Slate, pewarna nila alami yang digunakan pada jeans dahulu hanya menempel pada bagian luar benang. Apabila denim yang menggunakan pewarna indigo tersebut dicuci, maka zat warna tersebut akan menghilang perlahan bersama dengan benang.

Semakin sering dicuci, maka semakin lembut celana tersebut. Akhirnya, jens akan lebih nyaman dipakai. Kelembutan yang dihasilkan dari pewarna indigo tersebut membuat jeans menjadi favorit para pekerja.

Seiring berjalannya waktu, permintaan celana jeans meningkat dan celana "duck" menurun. Akhirnya blue jeans pun menjadi mode klasik di Amerika.

Sumber: Reader's Digest

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved