Brigadir J Rampok Uang Bank Mandiri Rp 10 M, Polri Bantah karena Gaji Kecil

Aksi perampokan uang Bank Mandiri di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (4/1/2018) siang lalu, melibatkan Brigadir J.

Brigadir J Rampok Uang Bank Mandiri Rp 10 M, Polri Bantah karena Gaji Kecil
Grafis/Dodi Kurniawan
Ilustrasi Perampokan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Aksi perampokan uang Bank Mandiri di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (4/1/2018) siang lalu, melibatkan anggota Polres Tabalong, Kalsel, Brigadir J. Perampokan dengan tersangka seorang polisi ini tak pelak memunculkan dugaan bahwa si pelaku merasa gajinya terlalu kecil.

Namun, anggapan ini ditepis Polri. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan, gaji anggota Polri sudah cukup memadai. Pihaknya tidak yakin perampokan uang Bank Mandiri senilai Rp 10 miliar oleh Brigadir J dilatarbelakangi masalah gaji.

"Kalau gaji polisi kurang, nggaklah. Sekarang, banyak orang yang mau masuk polisi," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Pihak kepolisian belum bisa memastikan motif perampokan uang Bank Mandiri senilai Rp 10 miliar dan 25 ribu dolar AS yang dilakukan Brigadir J. Saat kejadian, uang tersebut berada di dalam mobil yang dikawal Brigadir J.

Setyo menjelaskan, kasus perampokan yang dilakukan Brigadir J bukanlah kasus pertama yang dilakukan oknum anggota Polri. Sebelumnya sudah pernah terjadi perampokan ataupun pencurian yang dilakukan oknum polisi.

Ia pun menegaskan, motif perampokan ataupun pencurian oleh oknum anggota Polri bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurutnya, pelaku pasti memiliki kecenderungan lain. "Itu mentalnya saja," kata Setyo.

Berdasarkan beberapa sumber yang dihimpun Tribunnews, gaji pokok seorang anggota Polri berpangkat brigadir berada pada kisaran Rp 2 juta. Selain gaji pokok, anggota Polri juga berhak mendapatkan beberapa tunjangan. Di antaranya tunjangan istri dan anak bagi yang sudah berkeluarga maupun tunjangan beras.

Dari perhitungan tersebut, seorang anggota Polri berpangkat brigadir bisa mendapatkan take home pay (penghasilan bersih yang dibawa pulang) sekitar Rp 4 juta per bulan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal menyatakan, penyidik masih mendalami keterangan Brigadir J. Dari pemeriksaan, nantinya akan diketahui motif Brigadir J melakukan perampokan tersebut.

Terkait sanksi, Iqbal memastikan pelaku dan rekannya yang masih buron akan ditindak tegas. "Proses pidananya harus tegas. Dan, mekanisme sidang kode etik profesi, jelas. Bila perlu, pecat," ujar Iqbal di Mabes Polri.

Halaman
12
Editor: yoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved