Kereta Pengangkut 400 Wisatawan di Afrika Tabrak Truk, 18 Orang Tewas dan 260 Luka-luka

Maswanganyi menyatakan, pengemudi truk akan diperiksa darahnya untuk mengetahui kemungkinan dia mabuk atau tidak.

Tayang:
Editor: nashrullah
AFP via VOA
KECELAKAAN - Seorang petugas pemadam kebakaran menarik selang di samping gerbong kereta terguling, setelah terjadi kecelakaan di dekat Kroonstad di Provinsi Free State, Afrika Selatan, Kamis (4/1). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, FREE STATE - Kereta penumpang terbakar setelah bertabrakan dengan truk yang menyeberang di persimpangan jalur kereta dengan jalan, di pedesaan Kroonstad, Free State, Afrika Selatan, pada Kamis (4/1/2018) pukul 09.15 waktu setempat.

Dilansir dari VOA, Menteri Perhubungan Afrika Selatan Joe Maswanganyi mengatakan, kereta tersebut terguling dan keluar dari jalur. Akibat insiden itu, 18 orang tewas dan sekitar 260 orang mengalami cedera.

"Pengemudi truk mengambil risiko. Dia berpikir akan bisa melewati jalur," katanya.

Baca: Jangan Marah, Kalau Masih Nekat Parkir di Pinggir Jalan Bakal Begini Akibatnya

Kereta penumpang membawa sekitar 400 wistawan yang selesai berlibur, dari Port Elizabeth menuju ke Johannesburg.

Beberapa penumpang terjebak di gebrong yang terbakar, sementara ratusan lainnya menyelamatkan diri dan menjauh dari api. Sementara itu, pengemudi truk dan asistennya selamat dengan sedikit luka, namun tetap dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Kisah Pilu Pasutri di Bandar Lampung, Kena Stroke, Tak Dipedulikan Anak, dan Hidup Menumpang

Maswanganyi menyatakan, pengemudi truk akan diperiksa darahnya untuk mengetahui kemungkinan dia mabuk atau tidak.

Kepala perusahaan kereta api negara, Mthuthuzeli Swartz mengatakan, truk yang menarik dua trailer itu juga mengalami tubrukan ketika berhenti di pinggir jalur rel. Polisi setempat maish menyelediki kejadian tersebut.

Sky News melaporkan, salah satu penumpang kereta, Tiaan Esterhuizen mengatakan kereta sempat membunyikan klakson yang lama sebelum kecelakaan terjadi.

"Kami berada di gerbong restorasi untuk sarapan. Kami memilih naik kereta karena kami berpikir akan lebih aman daripada menggunakan mobil," ucapnya.

Kementerian terkait memperkirakan jumlah penumpang tewas bisa saja bertambah saat bangkai kereta diangkat.(kompas.com/afp)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved