Anggaran Disdikbud Rp 406 Miliar, Terbanyak untuk Tunjangan Sertifikasi

Selain tunjangan sertifikasi, anggaran Disdikbud sebesar itu juga karena untuk membayar gaji PNS guru.

Anggaran Disdikbud Rp 406 Miliar, Terbanyak untuk Tunjangan Sertifikasi
Net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan
PRINGSEWU, TRIBUN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pringsewu memperoleh alokasi dana terbesar di APBD 2018, yakni Rp 406 miliar lebih.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pringsewu Alwi Siregar mengatakan, besarnya anggaran pada Disdikbud karena di dalamnya termasuk tunjangan sertifikat profesi (sertifikasi) guru. "Tunjangan sertifikasi guru saja mencapai Rp 117, 8 miliar," ungkap Alwi, Minggu (7/1/2018).

Baca: Rapemda Pringsewu 107,2 FM Diharapkan Jadi Corong Informasi

Kepala Bidang Anggaran BPKAD Pringsewu Tri Haryono mengatakan, selain tunjangan sertifikasi, anggaran Disdikbud sebesar itu juga karena untuk membayar gaji PNS guru. Di mana jumlah PNS guru di Pringsewu tergolong banyak.

Karena itu, alokasi dana Disdikbud paling banyak digunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 341,8 miliar. Sementara belanja langsungnya hanya Rp 64,5 miliar.

Tri mengatakan, organisasi perangkat daerah yang mendapat alokasi terkecil adalah Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik yakni Rp 1,75 miliar.

Baca: Usai Cari Durian Bocah Pringsewu Jatuh di Embung, Nasibnya tak Disangka

Tri membenarkan bila anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turun dibanding alokasi tahun sebelumnya. Penurunannya mencapai Rp 81,58 miliar dari tahun sebelumnya Rp 276 miliar menjadi Rp 194, 67 miliar.

Sedangkan untuk Sekretariat DPRD Pringsewu ada kenaikan sebesar Rp 7,68 miliar, di mana pada 2017 anggarannya adalah Rp 23,1 miliar, di 2018 menjadi Rp 30,88 miliar. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved