Mahasiswi UBL Ikut EPIC Camp 2018

Sebanyak 47 delegasi RELO-EPIC Camp 2018 berasal dari perwakilan Indonesia dan Timor Leste.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Daniel Tri Hardanto
tribunlampung/eka
Putri Winda Sari (kedua dari kanan) 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Putri Winda Sari baru-baru ini terpilih menjadi satu dari 47 delegasi Regional English Language Office - Empowered, Prepared, Inspired, Connected (RELO-EPIC) Camp 2018 dari Departemen Bidang Pengembangan dan Pendidikan Bahasa Inggris di bawah naungan Kedutaan Besar Amerika (US Embassy) di Indonesia.

"Lulusan dari program itu nantinya juga akan diterjunkan dalam mengimplementasikan ilmunya di tengah-tengah (pengabdian) kepada masyarakat," ungkap mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bandar Lampung (UBL) ini saat dihubungi, Rabu (10/1/2018).

Baca: Badan Amil Zakat Nasional Lampung Beri Beasiswa untuk 4 Kecamatan Lampung Selatan

‪RELO-EPIC Camp merupakan sebuah Pre-Service Teacher Camp, yakni program beasiswa penuh pembibitan calon guru Bahasa Inggris dan diperuntukkan bagi para mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang tengah berada di semester akhir dan sedang dalam masa pengerjaan skripsi yang diberikan oleh RELO dalam bentuk pelatihan yang berbasis camp atau pemondokan dalam sebuah Pre-Service English Teacher.

Sebanyak 47 delegasi RELO-EPIC Camp 2018 berasal dari perwakilan Indonesia dan Timor Leste.

"EPIC Camp 2018 sendiri dilaksanakan dilaksanakan pada tanggal 8-20 Januari mendatang di Surabaya, Jawa Timur," terangnya.

Baca: Penerima Beasiswa YMB BRI Ikuti Pembelajaran Kitab Kuning di Ponpes

Menurutnya, awal proses bisa terpilih menjadi campers pada RELO-EPIC Camp, berdasarkan rekomendasi dari Helta Anggia, ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UBL.

"Jadi awalnya memang gak tahu kalau ada program tersebut. Tapi, tahunya dari Pak Helta. Jadi Pak Helta-lah yang merekomendasikan saya untuk mendaftar RELO-EPIC Camp," paparnya.

Motivasi mengikuti kegiatan tersebut karena pertama ingin mendaftar ke luar negeri untuk S2-nya. Jadi kalau sudah pernah mendapatkan program dari US, dirasa dapat dijadikan batu loncatan untuk mendaftar ke luar negeri.

Motivasi lainnya adalah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Selain itu, guna mendapatkan ilmu dan pengalaman langka yang sangat bermanfaat.

Juga efeknya nanti dapat ditularkan bagi lingkungan sekitar dan juga meningkatkan eksistensi pengurus maupun anggota BEM FKIP UBL di tingkat nasional maupun internasional.

‪"Tidak lupa, adanya eksistensi saya yang bisa terlibat di kegiatan ini, juga berkat kontribusi bimbingan dan arahan dari para dosen FKIP UBL yang sangat luar biasa, dalam membimbing dan memberikan motivasi, agar saya terus bisa bersemangat memberikan kontribusinya bagi masyarakat, termasuk menjadi pemburu beasiswa (scholarship hunter)," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved