Kasus Pelecehan di Ponpes, Pakar Hukum Unila Singgung-singgung Pemprov Lampung

Kedatangan Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait menyambangi Mapolsek Natar merupakan bukti support dan pengawalan kasus para santri

Kasus Pelecehan di Ponpes, Pakar Hukum Unila Singgung-singgung Pemprov Lampung
pelecehan seks 1

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kedatangan Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait menyambangi Mapolsek Natar merupakan bukti support dan pengawalan kasus para santri yang jadi korban pelecehan seksual.

 Akademi Hukum Universitas Lampung Yusdianto mengungkapkan, hadirnya ketua KPAI ke Mapolsek dapat mendorong aparat kepolisian segera menuntaskan perkara ini.

Baca:

Curhat di Medsos Beli Kuota 2GB Cuma Dapet 2000MB Ini Bikin Ngakak

Ibu Belanja Online Mainan Ultraman Buat Anak, Setelah Dibuka Isinya Begini

“Yang mesti diingat polisi, kasus ini sudah sampai di Jakarta dan jadi sorotan publik,” ujar Yusdianto, Sabtu, 13 Januari 2018

Karena itu, dalam penanganan kasusnya, polisi harus mengedepan profesionalitas dalam bekerja.

 “Polisi harus peka, bila perlu telusuri sampai ke dalam dan pastikan jumlah korban santri telah jadi korbannya. Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum,” bilangnya

Polisi juga mesti melihat dampak luas yang menimpa korban, seperti terganggunya kejiwan korban pasca diperlakukan seperti itu.

 “Santri rata-rata korbannya masih di bawah umur, tentu sangat berpengaruh sekali bagi psikologis mereka,” ucapnya

Yusdianto menuturkan, Pemerintah Provinsi Lampung juga punya tanggung jawab atas munculnya kasus ini.

Dinas Sosial Provinsi Lampung juga mesti turun lapangan dan membantu para korban untuk menyembuhkan trauma mereka. “Para korban adalah remaja generasi penerus bangsa dan itu yang mesti dipahami,”pungkasnya

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved