OJK: Konglomerat Enggan Simpan Dana di Perbankan Lampung

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menilai perbankan di Lampung masih belum maksimal dalam menghimpun dana pihak ketiga

OJK: Konglomerat Enggan Simpan Dana di Perbankan Lampung
Tribunlampung/Noval
Kepala Bagian Pengawasan OJK Lampung Mendi Rahmadi saat memberikan pemaparan dalam acara Coffee Morning bersama insan media, di aula Kantor OJK Lampung, Jalan Way Sekampung No. 9 Bandar Lampung, Senin, 15 Januari 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menilai perbankan di Lampung masih belum maksimal dalam menghimpun dana pihak ketiga yang berasal dari dalam Lampung.

Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan di Lampung dibandingkan dengan pertumbuhan kredit selama 2017.

Baca: Daging Buahnya Tebal Rasanya Cukup Manis, Inilah Durian PKS Asal Lampung Selatan

Kepala Bagian Pengawasan OJK Lampung Mendi Rahmadi mengungkapkan, total pertumbuhan kredit pada November 2017 tercatat sebesar Rp 60,3 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan per November 2017 tercatat sebesar Rp 45,17 triliun.

Baca: Kelewat Parno, Seorang Ayah Tak Perbolehkan Anak dan Istrinya Keluar Rumah selama 14 Tahun

“Jadi, setelah kami analisis, memang faktor utamanya adalah perbankan masih belum berhasil menghimpun dana dari masyarakat secara optimal. Khususnya dari masyarakat Lampung. Sehingga, untuk menutupi pertumbuhan kredit yang tinggi itu"

"perbankan di Lampung dibantu oleh kantor-kantor pusatnya, yang ternyata memang lebih banyak masyarakat di Lampung menanamkan dananya di luar Lampung, seperti Jakarta,” ungkap Mendi saat acara Coffee Morning dengan awak media di aula OJK Lampung, Senin, 15 Januari 2018.

Dengan kata lain, lanjut Mendi, masih banyak konglomerat di Bumi Ruwa Jurai yang tidak menanamkan dananya di bank-bank yang ada di Lampung.

Meski demikian, jika dilihat di tahun sebelumnya (year on year), angka tersebut meningkat. Untuk pertumbuhan kredit meningkat 10,02 persen dan penghimpunan dana pihak ketiga juga meningkat 12,59 persen.

“Kalau Tahun 2016, per November, itu pertumbuhan kredit di Lampung mencapai 54,8 triliun. Sedangkan untuk dana pihak ketiga per  November 2016 itu sebesar Rp 40,1 triliun,” ucap Mendi.

Mendi mengatakan, belum berhasilnya pihak perbankan menghimpun dana pihak ketiga adalah karena pertumbuhan kredit di Bumi Ruwa Jurai yang setiap tahunnya selalu meningkat. Bahkan, menurut Mendi, hal tersebut sudah menjadi tren sejak lima tahun terakhir.

“Kalau dilihat kan sebenarnya dana pihak ketiga itu meningkat. Tetapi ternyata di sisi lain, pertumbuhan kredit juga terus meningkat. Menghimpun dana dari masyarakat Lampung itu memang tantangan besar bagi perbankan di Lampung. Ini memang sudah menjadi tren, bahkan sejak lima tahun terakhir ini. Tetapi saya optimis, perbankan di Lampung masih bisa mengatasi kondisi ini,” ujar Mendi.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved