Cuma 55 Persen Warga Miskin di Lamsel Dapat Rastra

Beras ini tidak lagi ditebus, melainkan diberikan secara gratis dan akan diantarkan ke desa.

Cuma 55 Persen Warga Miskin di Lamsel Dapat Rastra
tribunlampung/dedi
Sosialisasi rastra di hadapan para kades di Lamsel. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Pada tahun 2018, tidak semua masyarakat miskin di Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan program rastra (beras untuk masyarakat prasejahtera).

Hal itu terungkap dalam sosialisasi rastra kepada kepala desa di aula Rajabasa Kompleks Kantor Bupati Lamsel, Selasa (16/1/2018).

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Syahidi Fattah mengatakan, sesuai Keputusan Menteri Sosial Nomor 4/HUK/2018 tentang Penetapan Perubahan Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) 2018, untuk Kabupaten Lampung Selatan kuotanya  sebanyak 79.894 KPM.

Baca: Kotor dan Ada Hal yang Menjijikkan, Warga Dua Desa di Ketapang Ogah Konsumsi Beras Rastra

“Jumlah ini baru 55 persen dari jumlah keluarga miskin berdasarkan basis data terpadu program penanganan fakir miskin. Dimana jumlahnya 144.294 KK,” kata Syahidi.

Syahidi mengatakan, setiap KPM akan mendapatkan 10 kilogram rastra kualitas sedang setiap bulannya. Beras ini tidak lagi ditebus, melainkan diberikan secara gratis dan akan diantarkan ke desa.

Ada pun penyaluran rastra akan dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama pada Januari, lalu tahap kedua Februari-Juni, tahap ketiga Juli, tahap empat Agustus-Desember.

Baca: Warga Lampung Selatan Keluhkan Beras Rastra Berkutu dan Kuning, Begini Tanggapan Bulog

Namun, untuk penyaluran tahap empat tidak lagi dalam bentuk bantuan beras. Tetapi, bantuan pangan nontunai (BPNT) dengan memanfaatkan kartu pembayaran eletronik (kartu kombo).

“Nantinya dengan menggunakan kartu kombo, masyarakat penerima bisa membeli menggunakannya di warung yang ditunjuk bank pelaksana. Yakni di e-warong, warung desa atau lembaga koperasi yang ditunjuk,” ujar Syahidi.

Sedangkan untuk barang yang akan didapatkan yakni beras dan telur. Dimana setiap bulannya pemerintah akan mentransfer uang Rp 110 ribu ke kartu kombo untuk dibelanjakan beras dan telur pada warung atau unit usaha yang ditunjuk oleh bank pelaksana. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved