Lahan Kritis Gunung Rajabasa, Aktivis Lingkungan Tanam Bibit Pohon

Aktivis Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, melakukan penanaman bibit pohon.

Lahan Kritis Gunung Rajabasa, Aktivis Lingkungan Tanam Bibit Pohon
Istimewa
Aktivis lingkungan bersama aparatur desa dan LSM membentangkan spanduk tentang reboisasi Gunung Rajabasa. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Aktivis Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, melakukan penanaman bibit pohon.

Upaya reboisasi ini berlokasi di sumber mata air dan lahan kritis di Gunung Rajabasa, Lampung Selatan.

Ketua LPHD Sumur Kumbang Duljaah menjelaskan, Gunung Rajabasa memiliki luas 5.200 hektare. Sebagai lokasi tangkapan air, kata dia, kawasan hutan lindung ini harus dikelola dan dijaga kelestariannya.

Duljaah mengungkapkan, total ada 22 desa dari empat kecamatan yang mengelola dan memanfaatkan Gunung Rajabasa. Empat kecamatan itu adalah Kalianda, Rajabasa, Penengahan, dan Bakauheni.

Dari 22 desa tersebut, beber Duljaah, satu di antaranya adalah Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda.

Di Desa Sumur Kumbang inilah, aktivis LPHD melakukan penanaman bibit pohon sebagai upaya reboisasi, Minggu (14/1/2018) lalu.

"Pelaksanaannya melibatkan aparatur desa, aktivis LPHD, lembaga swadaya masyarakat, serta Koramil dan Polres Lamsel," ujar Duljaah melalui rilis, Selasa (16/1/2018).

Adapun bibit pohon yang ditanam seperti pala, nangka, durian, cempedak, dan cengkih.

Direktur Eksekutif Wanacala Lampung Hermansyah menjelaskan, beberapa sumber mata air di Gunung Rajabasa sudah kering. Ini terlihat dari kecilnya volume air yang mengalir ke Desa Sumur kumbang.

"Kami selaku warga yang tinggal dekat dengan Gunung Rajabasa akan terus-menerus melakukan reboisasi untuk mengatasi krisis air," kata Herman.

"Penanaman ini salah satu bentuk kampanye untuk menyelamatkan kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa dari kerusakan," sambungnya.

"Kami harus menyelamatkan hutan kami, karena ini sumber mata pencaharian kami."

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved