PILGUB LAMPUNG 2018

Semua Paslon Lolos Tes Kesehatan, tapi Kok Herman HN Interupsi?

Meski lolos tes kesehatan, kata Nanang, ada beberapa paslon yang dinyatakan belum memenuhi persyaratan administrasi.

Semua Paslon Lolos Tes Kesehatan, tapi Kok Herman HN Interupsi?
tribunlampung/hanif
Paslon Herman HN-Sutono menghadiri pengumuman hasil tes kesehatan di kantor KPU Lampung, Rabu (17/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyatakan seluruh pasangan bakal calon kepala daerah lolos tes kesehatan.

Demikian pernyataan Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono dalam rapat pleno terbuka hasil penelitian administrasi persyaratan pencalonan dan persyaratan calon gubernur dan wakil gubernur tahun 2018 di kantor KPU Lampung, Rabu, 17 Januari 2018.

Baca: Besok Pagi Pengumuman Hasil Tes Kesehatan 18 Balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Lampung

Meski lolos tes kesehatan, kata Nanang, ada beberapa paslon yang dinyatakan belum memenuhi persyaratan administrasi. 

Di antaranya, paslon Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim dan Bachtiar Basri yang belum melampirkan SPT 2013 untuk laporan wajib pajak pribadi yang dilampirkan.

Sementara Herman HN, LKHPN yang dilampirkan belum memenuhi syarat lantaran masih berupa surat keterangan dari KPK.

Baca: VIDEO: IDI Serahkan Hasil Tes Kesehatan

Untuk itu, KPU memberikan kesempatan waktu perbaikan pada 18-20 Januari 2018. Pemeriksaan perbaikan berkas dilakukan selama satu minggu. Setelah itu baru diumumkan kembali melalui rapat pleno.

Sontak, koreksi dari KPU membuat Herman mengajukan interupsi. Sebab, ia merasa sudah melakukan perbaikan dan menyetorkannya ke KPU.

“Saya kan sudah memperbaiki kekurangan dan menyerahkannya ke KPU. Kenapa ini dibilang masih kurang? Ini banyak wartawan. Nanti mereka mengira berkas saya banyak kurang. Padahal, saya sudah perbaikan dan menyerahkan ke KPU,” tandas Herman.

Menanggapinya, Nanang mengatakan, perbaikan paslon baru akan dimulai Kamis, 18 Januari 2018.

Artinya, perbaikan bekas baru akan dimasukkan setelah masa perbaikan.

“Data ini berdasarkan administrasi sewaktu pendaftaran. Perbaikan baru akan kami input pada masa perbaikan. Jadi aman, Pak,” jelas Nanang. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved