Organisasi Itu Seperti Masuk Hutan, Jangan Bersumbu Pendek, Kata Ketua AMPi yang Baru Ini

Sedikit bicara banyak bekerja menjadi moto, bagi Ardito Wijaya dalam berorganisasi.

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sedikit bicara banyak bekerja menjadi moto, bagi Ardito Wijaya dalam berorganisasi.

Pria yang menjabat Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Lampung, punya hobi berogranisasi.

“Berkecimpung di organisasi banyak manfaat positif, wawasan meningkat, banyak teman, tentunya bisa dan menambah pengetahuan, apalagi organisasi itu banyak, kita bisa bergabung sesuai dengan diri kita,” ujar pria yang hobi catur dan musik ini, Minggu 21 Januari 2018.

Ardito mengibaratkan, berorganisasi layaknya masuk ke hutan, tidak pernah tahu apa yang akan dihadapi, apakah macan yang buas atau hewan lainnya. Dan saat sudah bergabung, kita baru mengetahui apakah organisasi itu cocok atau tidak dengan pribadi kita.

Baca: Ternyata Penyanyi Terkenal Ini Pernah Jadi Orang Ketiga di Balik Kisah Cinta Ariel dan Luna Maya

Baca: Tak Melulu Minum Obat, Tanaman Herbal Ini Ampuh Usir Flu dan Batuk

”Dalam organisasi itu kita bisa menyelam di dalamnya, dan berperan sesuai kemampuan kita, karena melalui organisasi itu, bisa belajar bertanggung jawab, mandiri, berani berpendapat, bertenggang rasa, yang jelas tidak bersumbu pendek,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti 98 ini.

Menurut suami Indria Sudrajat, dengan aktif di organisasi akan menambah wawasan, memperluas pergaualan, dan tentunya mendapat pengetahuan dan informasi, yang akan menjadi pengalaman berharga dalam kehidupan.

Pria yang menjabat Dewan Pembina Karang Taruna Lamteng ini, mengatakan, meski berkecimpung di berbagai organisasi dan banyak menghabiskan waktu di luar, keluarga tetap priortas utama. Karena keluarga diibaratkan kumpulan huruf, yang bila dirangkai menjadi sebuah makna berharga.

"Keluarga tetap prioritas utama, keluarga bagi saya ibarat kumpulan huruf, dimana bila disatukan menjadi satu, maka menjadi sesuatu yang sangat berarti dan berharga bagi kita," kata ayah Gawang Cardio H dan Falang Janata Ryato ini.

Ketua Komite Rekomendasi Izin Praktek Krip IDI Lamteng ini, tidak menampik dengan latar belakang pengalaman organisasi bisa membuatnya terjun ke dunia politik praktis.

“Kepemimpinan kan ada estafet, dari tua ke muda. Seandainya saya masuk di politik praktis, tentu harus siap, karena politik itu juga kan berorganisasi,” tandas putra walikota Metro Ahmad Pairin ini.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved